Medali perak merupakan sumbangan medali pertama voli pantai putra untuk Indonesia sejak Asian Games 2002.
Ade Chandra Rachmawan/Mohamad Ashfiya meraih medali perak putra Asian Games 2018 usai dikalahkan Janko Ahmed Tijan/Samba Cherif Youousse dari Qatar di Jakabaring Sport City.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini saya puas karena ada dua medali [perak dan perunggu], tapi terus terang ada hal yang harus dikoreksi untuk ajang selanjutnya. Danang Yudhistira dan Gilang Ramadhan (peraih perunggu) bermain dengan berani ambil resiko. Candra dan Yaya set pertama bisa memainkan risiko, tapi di set kedua mereka berhati-hati," kata Koko dalam konferensi pers usai pertandingan.
Koko Prasetyo (tengah) diapit dua tim voli pantai putra Indonesia yang berlaga pada Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
"Set kedua pukulan mereka semakin keras, kami harus mengakui kekuatan mereka sangat bagus. Tapi kami pernah mengalahkan Qatar dalam Kejuaraan Asia Pasifik pada 2017. Berikutnya strategi kami harus lebih pintar karena dari jangkauan sudah kalah," ujar Koko.
Agar kemampuan para pevoli pantai Indonesia meningkat, Koko berniat untuk mempersiapkan para atlet untuk tampil di kejuaraan internasional, setidaknya di level Asia Pasifik hingga Kejuaraan Dunia.
"Kalau kembali ke Asia atau Asia Tenggara, justru menurunkan penampilan. Target utama Olimpiade," ujar Koko. (nva/har)
Koko Prasetyo (tengah) diapit dua tim voli pantai putra Indonesia yang berlaga pada Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)