Asian Games 2018

Terpanggang Panas Kota Palembang di Asian Games 2018

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Kamis, 30/08/2018 10:53 WIB
Terpanggang Panas Kota Palembang di Asian Games 2018 Jason Dennis tetap menunjukkan aksinya di bawah terik matahari Kota Palembang. (REUTERS/Edgar Su)
Palembang, CNN Indonesia -- Cuaca Kota Palembang sedang panas-panasnya ketika partai final cabang olahraga (cabor) skateboard Asian Games 2018 dipertandingkan di Jakabaring Sport City (JSC) pada Rabu (29/8).

Puncak suhu kota pempek itu mencapai 32 derajat celcius pada pukul 12.00 WIB, saat para atlet bertanding di lintasan tersebut. Kendati begitu, para atlet tetap 'dipaksa' bertanding di bawah terik matahari.

Hari itu panasnya memang bukan main. Di arena skateboard JSC, para penonton, atlet, dan sebagian panitia penyelenggara seakan 'dipanggang' begitu saja di tengah siang bolong.


Arena skateboard didesain terbuka atau outdoor, begitu juga tribun penonton yang tanpa atap. Selama kurang lebih lima jam sejak pukul sembilan pagi, rangkaian empat nomor final skateboard berlangsung tanpa henti.

Wajah atlet Indonesia, Jason Dennis Lijnzaat, memerah karena panas. Tak jarang dia mengelap wajahnya yang basah karena derasnya keringat.

"Cuaca hari ini panas, tapi kami bisa mengatasi teriknya matahari. Meski begitu, tidak normal bermain skateboard dengan cuaca yang seperti ini," kata Jason kepada CNNIndonesia.com.

Penonton skateboard tetap antusias meski mendapat panas matahari.Penonton skateboard tetap antusias meski mendapat panas matahari. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jason meraih medali perak dalam nomor park putra dengan catatan skor 68,33 poin. Ia kalah dari skater Jepang Kensuke Sasaoka yang mencatat 76,00 poin.

Senada dengan Jason, Pevi Permata Putra yang meraih perunggu di nomor park putra dengan 67,00 poin juga merasa panas di Kota Palembang itu berbeda dari hari-hari sebelumnya.

"Waduh, luar biasa panas sekali hari tadi (29/8). Lebih panas dari hari kemarin-kemarin. Sangat berpengaruh terhadap penampilan di pertandingan," ucap pria asal Bandung itu.

"Harusnya [arena skateboard JSC] indoor, fokus lebih baik. Tapi lawan juga pasti tampil semakin bagus," ucapnya menambahkan.

Menurut Pevi Permata cuaca di venue berpengaruh terhadap penampilan atlet.Menurut Pevi Permata cuaca di venue berpengaruh terhadap penampilan atlet. (ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi)
Salah satu penonton asal Korea, Kim Daeng, bahkan sampai meninggalkan arena pertandingan. "Gila, hari ini panas sekali ya," tutur dia.

Tidak hanya para atlet dan penonton, cuaca yang cukup ekstrem ini juga dikeluhkan media yang bertugas di sana. Pelancong dan jurnalis foto asal China, Alan Liu, harus rela kulitnya gosong dan belang karena terbakar sinar matahari.

"Hari ini sangat panas, jadi bukan Anda saja yang berpikiran demikian. Tidak apa-apa saya jadi belang seperti ini," ujar Liu yang sudah 10 tahun tinggal di Laos.

"Sebetulnya cuaca seperti ini baik-baik saja, sama seperti di Laos. Akan tetapi, sebelum [bertugas] foto di arena skateboard ini, saya foto di arena yang tertutup. Sudah seharusnya panitia menyiapkan tempat yang teduh untuk media," ujarnya melanjutkan.

Selain Jason dan Pevi, Indonesia juga meraih dua medali di nomor street putra dan putri. Sanggoe Darma Tanjung meraih medali perak, sedangkan Bunga Nyimas meraih medali perunggu. (sry/jun)