Apa sebenarnya UEFA Nations League? Berikut uraian singkat tentang kompetisi anyar di antara negara-negara Eropa tersebut.
UEFA Nations League berbeda dengan Piala Eropa yang sudah digelar sejak 1960 setiap empat tahun sekali. Gelaran kompetisi baru di Benua Biru itu akan menerapkan sistem kompetisi penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juara Piala Eropa 2016, timnas Portugal, masuk dalam kompetisi Liga A UEFA Nations League. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach) |
Di Liga A, masing-masing juara grup akan kembali diadu pada fase semifinal hingga final pada Juni 2019 yang tempatnya baru akan ditentukan kemudian.
Kompetisi ini juga akan menerapkan sistem promosi dan degradasi. Juara dari empat grup di Liga B akan promosi ke Liga A, menggantikan tim-tim peringkat terakhir di empat grup kasta tertinggi tersebut.
Begitu pun seterusnya, masing-masing juara grup di Liga C otomatis promosi ke Liga B menggantikan tim-tim peringkat terakhir di empat grup kasta itu yang terdegradasi.
Daftar Liga A, B, C, D UEFA Nations League
Liga A
Grup 1: Prancis, Jerman, Belanda
Grup 2: Belgia, Islandia, Swiss
Grup 3: Italia, Polandia, Portugal
Grup 4: Kroasia, Inggris, Spanyol
Liga B
Grup 1: Republik Ceko, Slovakia, Ukraina
Grup 2: Rusia, Swedia, Turki
Grup 3: Austria, Bosnia-Herzegovina, Irlandia Utara
Grup 4: Denmark, Republik Irlandia, Wales
Liga C
Grup 1: Albania, Israel, Skotlandia
Grup 2: Estonia, Finlandia, Yunani, Hungaria
Grup 3: Bulgaria, Siprus, Norwegia, Slovenia
Grup 4: Lituania, Montenegro, Rumania, Serbia
Liga D
Grup 1: Andorra, Georgia, Kazakhstan, Latvia
Grup 2: Belarusia, Luksemburg, Moldova, San Marino
Grup 3: Azerbaijan, Kepulauan Faroe, Kosovo, Malta
Grup 4: Armenia, Makedonia, Gibraltar, Liechtenstein (har)
Juara Piala Eropa 2016, timnas Portugal, masuk dalam kompetisi Liga A UEFA Nations League. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)