Tim Fenati Malah Berterima Kasih atas Sanksi FIM di Moto2

Jun Mahares, CNN Indonesia | Senin, 10/09/2018 11:50 WIB
Tim Fenati Malah Berterima Kasih atas Sanksi FIM di Moto2 Romano Fenati disanksi larangan balapan di dua seri Moto2 2018. (AFP PHOTO/ANDREAS SOLARO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Marinelli Snipers malah berterima kasih kepada Federasi Motor Dunia (FIM) atas sanksi yang diberikan pada Romano Fenati usai melakukan aksi konyol pada balapan Moto2 San Marino 2018 di Sirkuit Misano, Minggu (9/9).

Tim Marinelli Snipers ikhlas terhadap keputusan Federasi Motor Dunia (FIM) terkait aksi konyol Romano Fenati pada balapan Moto2 San Marino di Sirkuit Misano, Minggu (9/9).

Fenati mendapat hukuman larangan dua kali balapan dari FIM karena mencoba menekan rem Stefano Manzi saat keduanya berdekatan dalam lintasan lurus setelah tikungan ketujuh. Manzi nyaris terjatuh akibat aksi tak terpuji Fenati.


Aksi Fenati berbuah bendera hitam yang artinya pebalap asal Italia tersebut harus didiskualifikasi pada seri ini. Manzi sendiri juga gagal finis di balapan ini.

Romano Fenati melakukan aksi tak terpuji di Moto2 2018.Romano Fenati melakukan aksi tak terpuji di Moto2 2018. (AFP PHOTO/Michal CIZEK)
Marinelli Snipers menerima keputusan FIM dengan iklhas. Mereka juga meminta maaf atas kesalahan fatal yang dilakukan pebalapnya.

"Kami setuju dengan sanksi tersebut. Kejadian ini tak bisa dimaafkan. Reaksi serius yang sangat berbahaya dan disiarkan di seluruh dunia."


Petinggi Marinelli Snipers juga meminta maaf atar perilaku buruk pebalapnya. Aksi Faneti dianggap sebagai contoh buruk di dalam dunia olahraga dan telah mengecewakan banyak pihak.

"Kami terima sanksi itu dan sangat berterima kasih kepada race direction yang telah bertindak profesional menghadapi persoalan ini. Kami juga berterima kasih kepada Forward Racing Team atas kerjasamanya."

Ironisnya, Forward Team merupakan tim baru Fenati pada 2019 mendatang. Pebalap berusia 22 tahun itu diharapkan bisa menyudahi episode memalukan dan kembali ke trek yang benar.

"Pebalap [Fenati] harus memahami kesalahannya dan harus membangun citra baru serta kembali ke lintasan dengan martabat." (nva)