Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi Persib Bandung mendapatkan memiliki potongan hukuman. Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI pada Senin (1/10), Maung Bandung dijatuhi hukuman berat.
Persib sebagai klub, pemain, panitia pelaksana pertandingan, hingga suporter menerima hukuman dari Komdis PSSI terkait tewasnya pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirla, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, sebelum laga Persib vs Persija di Liga 1 2018, Minggu (23/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komite Banding (Komding) PSSI pun menyebut pertimbangan untuk memberikan keringanan adalah bentuk kasus dan faktor pendukung yang ada.
1. Persis Solo
Ilustrasi Persis Solo. (ANTARA FOTO/Maulana Surya) |
Karena perlakuan ini, Persis mendapat hukuman denda dari PSSI sebanyak Rp25 juta dan larangan tidak memperbolehkan adanya penonton pada laga selanjutnya kontra Persip Pekalongan. Persis beruntung karena PSSI merevisi hukuman tersebut menjadi denda Rp50 juta tetapi memperbolehkan laga disaksikan penonton Laskar Samber Nyawa.
2. Pieter Rumaropen
Dalam laga panas Persiwa Wamena lawan Pelita Bandung Raya, salah satu pemain Persiwa Wamena, Pieter Rumaropen, tak menerima keputusan wasit yang memberikan penalti untuk PBR pada 21 April 2013. Pieter yang tersulut emosi, melayangkan pukulan ke wajah sang pemimpin pertandingan yang akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit dan tak mampu melanjutkan pertandingan.
Pieter pun mendapat hukuman dari PSSI berupa larangan bermain seumur hidup. Namun, PSSI memberikan keringanan hukuman menjadi larangan bermain selama satu tahun dan denda Rp100 juta.
3. Persebaya Surabaya
Ilustrasi Persebaya Surabaya. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat) |
Komdis PSSI pun melarang Persebaya bertanding di semua level kompetisi profesional selama dua tahun. Namun, hukuman itu menjadi ringan (sanksi 16 bulan) setelah banding. Bajul Ijo juga harus membayar denda Rp150 juta serta mengembalikan dana kompensasi selama kompetisi Liga Indonesia.
Pada akhir 2005 PSSI kembali memberikan pengurangan hukuman kepada Persebaya menjadi degradasi ke Divisi I di musim 2006 dan larangan mengikuti kegiatan sepak bola selama 2 tahun bagi manajer Saleh Mukadar. Saleh juga harus mengembalikan seluruh dana kompensasi sponsor, termasuk uang dari tayangan langsung.
4. 'Sepak Bola Gajah' PSS vs PSIS
Tim manajerial PSIS Semarang ketika menunggu sidang Komisi Disiplin PSSI akibat kasus 'sepak bola gajah' di Kantor PSSI, Senayan. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo) |
Hasilnya, pemain PSS mencetak dua gol bunuh diri sedangkan PSIS tiga gol. PSS pun menghadapi Borneo FC di partai puncak. Akan tetapi, PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada pemain dan ofisial kedua tim berupa larangan bermain selama 5 tahun hingga seumur hidup ditambah membayar denda.
Tetapi pada Januari 2017 Ketua Umum PSSI mencabut hukuman sebagian pemain PSS dan PSIS. Sedangkan sebagian lain masih menjalani sanksi berupa larangan berkativitas selama 5 tahun hingga seumur hidup.
Asisten Manajer Persiba Bantul Bagus Nur Edy Wijaya awalnya dihukum larangan memasuki stadion selama tiga pertandingan dan denda Rp100 juta. Tetapi setelah melakukan banding, sanksi yang diterima Bagus menjadi denda Rp50 juta dan larangan memasuki bangku cadangan dan ruang ganti selama lima laga.
Bagus mendapat hukuman karena mencekik wasit usai laga Persiba vs Persepam di Liga Super Indonesia pada Mei 2014. Aksi tersebut memprovokasi para penonton yang kemudian melemparkan botol dan atribut pertandingan lainnya. (dre/ptr)
Ilustrasi Persis Solo. (
Ilustrasi Persebaya Surabaya. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Tim manajerial PSIS Semarang ketika menunggu sidang Komisi Disiplin PSSI akibat kasus 'sepak bola gajah' di Kantor PSSI, Senayan. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)