Profil Bima Sakti, Pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 18:08 WIB
Profil Bima Sakti, Pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 Bima Sakti optimistis mengantar Timnas Indonesia juara Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bermodal jadi asisten Luis Milla selama hampir dua tahun, Bima Sakti mendapat tantangan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia yang ditargetkan juara Piala AFF 2018.

Bima bukan wajah asing di pentas sepak bola nasional. Penolakan dari Persiba Balikpapan junior ketika masih menjadi pemain membuat Bima menjadi pribadi pekerja keras, namun tetap rendah hati.

Kerja keras Bima remaja berbuah manis setelah dipercaya menembus tim PON Kalimantan Timur pada 1989. Bakatnya mulai tercium dan ditampung Persisam Samarinda U-15.


Karier Bima kemudian melesat hingga terpilih sebagai salah satu pemain tim Primavera yang berlatih di Italia bersama dengan Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy pada 1993. Pintu menuju klub profesional dan Timnas Indonesia pun terbuka lebar.

PSSI tak lagi mengharapkan kehadiran Luis Milla.PSSI tak lagi mengharapkan kehadiran Luis Milla. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Sepulang menimba ilmu di Italia, Bima menjadi rebutan klub-klub elite Indonesia. Sempat berlabuh bersama PKT Bontang, pemain kelahiran Balikpapan itu direkrut Pelita Jaya, PSM Makassar, dan PSPS Pekanbaru.

Bima Sakti pun tercatat membela Timnas Indonesia sejak 19 tahun. Ia menjelma sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia yang dikenal dengan tendangan bebas keras dan akurat.

Pemain yang punya stamina bagus tersebut tercatat 58 kali tampil bersama Timnas Indonesia dan dipercaya sebagai kapten tim. Bima akhirnya memutuskan pensiun di usia 40 dari Persiba pada 2016. Tak hanya tercatat sebagai pemain, kala itu Bima juga menjabat asisten pelatih Tim Beruang Madu.

Timnas Indonesia ditargetkan juara Piala AFF 2018.Timnas Indonesia ditargetkan juara Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Pada Januari 2017, Bima Sakti diangkat sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 mendampingi Luis Milla. Ia menjadi jembatan bagi para penggawa Garuda Muda yang kesulitan mencerna strategi Milla.

Bima menjadi salah satu asisten pelatih kesayangan Milla. Pola permainan Timnas Indonesia secara perlahan menanjak di bawah arahan Milla. Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan digadang mampu memperagakan permainan menyerang mengandalkan umpan pendek cepat dari kaki ke kaki.

Sayang, Indonesia hanya mampu meraih perunggu di SEA Games 2017 dan tersingkir di babak 16 besar Asian Games 2018. Milla yang tak mendapat kepastian dari PSSI memutuskan untuk kembali ke Spanyol usai gelaran Asian Games 2018.

Bima Sakti gelandang legendaris Timnas Indonesia.Bima Sakti gelandang legendaris Timnas Indonesia. (REUTERS)
PSSI kemudian menetapkan akan memperpanjang kontrak Milla. Namun, mantan pemain Real Madrid dan Barcelona tak kunjung mencapai kesepakatan hingga PSSI menunjuk Bima sebagai pelatih sementara Timnas Indonesia.

Bima menjabat pelatih sementara Timnas Indonesia pada tiga laga uji coba dengan rincian menang 1-0 atas Mauritius, mengalahkan Myanmar 3-0, dan imbang 1-1 lawan Hong Kong.

Kini, beban prestasi dialamatkan ke pundak Bima. Bersama dua sahabatnya, Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy, Timnas Indonesia ditargetkan menjuarai Piala AFF 2018.

Bima mengaku siap mewujudkan target PSSI. Ia optimistis bisa mengantar tim Merah Putih meraih prestasi tertinggi di Piala AFF 2018 yang akan berlangsung pada 8 November sampai 19 Desember mendatang. Selamat bekerja Bima Sakti! (jun/har)