Atas peristiwa ini, para pemain Timnas Indonesia U-19 serta staf pelatih mengungkapkan belasungkawa untuk keluarga korban. Indra Sjafri selaku pelatih Garuda Nusantara, menyampaikan rasa duka atas musibah itu.
"Inalillahi wainnailahi Rojiun. Saya pribadi dan Timnas Indonesia U-19 turut berduka cita," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra Sjafri mengungkapkan belasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT610. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Tetap sabar, mungkin ada rencana Tuhan yang baik di balik kejadian ini," ungkap David menguatkan keluarga korban.
Pesawat Lion Air JT-610 dengan tipe Boeing 737-8 Max dijadwalkan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB dan sedianya sampai di Bandara Depati Amir pada pukul 07.20 WIB. Namun, pesawat dinyatakan hilang kontak di perairan Tanjung Karawang setelah 13 menit lepas landas.
Sejumlah korban meninggal pesawat Lion Air JT610 yang berhasil dievakuasi oleh tim Basarnas dan Polri. (Foto: RESMI MALAU / AFP) |
Hingga kini, Basarnas telah melakukan penyisiran dan telah menemukan beberapa puing kepingan pesawat serta beberapa potongan tubuh korban penumpang.
Keduanya sempat mengirimkan foto kepada Fatma yang merupakan mertua Wahyu Alldila pada saat pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Wahyu merupakan warga Desa Padang Baru, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. (dre/bac)
Indra Sjafri mengungkapkan belasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT610. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Sejumlah korban meninggal pesawat Lion Air JT610 yang berhasil dievakuasi oleh tim Basarnas dan Polri. (Foto: RESMI MALAU / AFP)