Tragedi Pesawat Jatuh Pernah Menimpa Klub Sepak Bola

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 21:20 WIB
Tragedi Pesawat Jatuh Pernah Menimpa Klub Sepak Bola Pesawat CP2933 Lamia Arline yang juga ditumpangi rombongan pemain klub Chapecoense mengalami kecelakaan di pegunungan Medellin Kolombia. (REUTERS/Jaime Saldarriaga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Pakis Karawang pada Senin (29/10) lalu, menambah catatan buruk dalam dunia penerbangan. Peristiwa jatuhnya pesawat juga pernah terjadi pada pesawat yang ditumpangi rombongan sejumlah tim sepak bola seperti Manchester United.

Dunia sepak sepak bola juga pernah berduka menyusul kecelakaan pesawat jatuh yang ditumpangi para pesepakbola. Tak hanya cuaca, penyebab jatuhnya pesawat kemungkinan karena kesalahan teknis.

Seperti kejadian pada 2016, pesawat yang membawa para pemain dan staf klub asal Brasil, Chapecoense, jatuh pada 29 November 2016. Hendak melakoni ajang final Copa Sudamericana melawan Atletico Nacional, pesawat CP2933 maskapai Lamia Airline yang mengangkut 77 orang ini jatuh pegunungan Medellin Kolombia dan menewaskan 71 penumpangnya.


Dilansir dari Independent, kecelakaan ini dikatakan akibat terjadinya kesalahan sistem listrik dan kurangnya bahan bakar.

Prasasti peringatan tragedi Munich di Stadion Old Trafford. (Prasasti peringatan tragedi Munich di Stadion Old Trafford. (ANDREW YATES / AFP)
Pesawat jatuh yang mengangkut klub sepak bola juga pernah terjadi pada 1958. Pesawat yang ditumpangi para pemain dan staf klub Manchester United gagal melakukan penerbangan dan tergelincir di bandara Munich-Riem, Jerman.

Mengangkut 44 penumpang, 23 orang termasuk delapan pemain united meninggal. Kecelakaan ini disebabkan pilot yang memaksakan keberangkatan dalam cuaca salju dan pesawat tergelincir dan menabrak pagar pembatas bandara dan berakhir di sebuah rumah.

Sebelum United, peristiwa jatuhnya pesawat yang mengangkut para pemain klub sepak bola pertama kali terjadi pada Tragedi Superga. Pada 4 Mei 1949, pesawat yang mengangkut klub seluruh pemain Torino jatuh di bukit Superga, Turin, Italia.

Membawa 31 orang yang terdiri dari 27 penumpang dan empat awak, Pesawat Avio Linee Italiane Fiat G.212 dilaporkan jatuh akibat kabut tebal dan pesawat terbang dengan ketinggian yang rendah.

Tragedi kecelakaan ini juga menandakan berakhirnya kejayaan Torino yang mendominasi gelar Serie A lima musim beruntun, yakni sejak 1942/43 hingga 1948/49. Tak hanya itu, tujuh pemain Torino yang meninggal merupakan pemain yang memperkuat timnas Italia. (dre/jun)