Rapor Buruk Madrid di Copa del Rey Bersama Pelatih Pengganti

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 19:46 WIB
Rapor Buruk Madrid di Copa del Rey Bersama Pelatih Pengganti Pemain Madrid berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Melilla di babak 32 besar Copa del Rey. (JORGE GUERRERO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Real Madrid memiliki rapor buruk di Copa del Rey saat ditangani pelatih pengganti di era kepemimpinan Florentino Perez sebagai presiden klub.

Pelatih pengganti yang mendapat tugas memimpin tim di era Florentino Perez tidak pernah membawa Madrid menjadi juara Copa del Rey.

Pelatih sementara Santiago Solari boleh saja bersuka cita untuk sementara setelah membawa Madrid menang 4-0 atas Melilla di babak 32 besar, Kamis (1/11). Hanya saja, sejarah mencatat tidak ada pelatih pengganti yang bisa memberikan kesuksesan untuk Los Blancos di turnamen ini sejak tahun 2000.


Florentino Perez menjabat sebagai presiden Madrid sejak 2000. Sampai dengan saat ini, sudah ada empat pelatih pengganti Madrid di era Perez.

Mariano Garcia Remon merupakan pelatih pengganti pertama di periode Perez usai menggantikan Jose Antonio Camacho yang dipecat pada 19 September 2004. Kepemimpinan Remon di Madrid tidak lama, hanya 101 hari dikutip dari situs Transfermarkt.

Dalam kurun waktu tersebut Remon memimpin Madrid dalam 20 pertandingan termasuk dua laga di Copa del Rey. Dari kesempatan itu Remon sukses memberikan dua kemenangan Madrid di babak kedua dan ketiga Copa del Rey atas Leganes (2-1) dan Tenerife (2-1). Setelah 20 laga Remon dipecat Madrid pada 30 Desember.

Setelah kepergian Remon Madrid merekrut Vanderlei Luxemburgo. Karier Luxemburgo di Santiago Bernabeu sedikit lebih panjang dari Remon, 339 hari dengan melakoni 45 pertandingan. Saat melanjutkan tongkat estafet dari Remon, Luxemburgo gagal membawa Madrid melangkah lebih jauh di Copa del Rey 2004/2005.

Tidak ada pelatih pengganti yang bisa bawa Madrid juara Copa del Rey di era Perez.Tidak ada pelatih pengganti yang bisa bawa Madrid juara Copa del Rey di era Perez. (REUTERS/Susana Vera)
Di babak 16 besar Copa del Rey 2004/2005, Madrid disingkirkan Real Valladolid dengan agregat 1-1. Madrid kalah produktivitas gol tandang lantaran bermain imbang 1-1 di leg kedua di Bernabeu setelah kedua tim bermain imbang 0-0 di kandang Valladolid.

Satu tahun kemudian Luxemburgo dipecat Madrid, tepatnya 4 Desember 2005 dan digantikan Juan Ramon Lopez Caro. Pencapaian Madrid di Copa del Rey 2005/2006 bersama Caro mengalami kemajuan dibanding dua pelatih pengganti sebelumnya.

Pada musim 2005/2006 Madrid mencapai semifinal Copa del Rey sebelum disingkirkan Real Zaragoza dengan agregat 5-6. Di leg pertama di kandang Zaragoza Madrid takluk 1-6. Tetapi El Real bangkit di Bernabeu dengan kemenangan 4-0. Sayang, hasil itu tidak mengubah nasib mereka yang harus tersingkir karena kalah agregat.

Zinedine Zidane merupakan pelatih pengganti terakhir di untuk saat ini di era Florentino Perez. Menggantikan posisi Rafael Benitez pada Januari 2016, Zidane membawa klub ibu kota Spanyol itu sampai ke babak perempat final. Di babak itu Madrid disingkirkan Celta Vigo dengan agregat 3-4.

Hasil itu membuat Zidane melanjutkan rapor buruk sebagai pelatih pengganti Madrid yang tidak pernah memberikan gelar juara Copa del Rey. (sry/bac)