Wawancara Eksklusif

CEO Sepang Bicara Penonton Indonesia dan Marquez di MotoGP

CNN Indonesia | Sabtu, 03/11/2018 21:05 WIB
CEO Sepang Bicara Penonton Indonesia dan Marquez di MotoGP CEO Sirkuit Internasional Sepang (SIC) Datuk Razlan Razali mengakui pentingnya penonton Indonesia dalam gelaran MotoGP Malaysia. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Sepang, CNN Indonesia -- CEO Sirkuit Internasional Sepang (SIC) Datuk Razlan Razali mengungkapkan pentingnya penonton Indonesia dalam gelaran MotoGP Malaysia dan mengaku tidak khawatir dengan anggapan Marc Marquez telah membuat persaingan di MotoGP menjadi tidak menarik.

Dalam wawancara eksklusif bersama CNNIndonesia.com, Razlan Razali berbicara banyak mengenai MotoGP Malaysia, penonton Indonesia, hingga Petronas Sprinta Yamaha Racing yang merupakan tim Malaysia dan Asia Tenggara pertama di MotoGP musim depan.

Berikut ini hasil wawancara CNNIndonesia.com dengan Razlan Razali di Sirkuit Sepang, Jumat (2/11):


Bisa Anda ceritakan perkembangan terbaru dari MotoGP Malaysia 2018. Bagaimana penjualan tiket untuk musim ini?

Hingga Jumat kami sudah menjual 98 ribu tiket, itu sudah hampir 12 persen kenaikan penjualan tiket hari terakhir musim lalu. Kami masih punya Sabtu dan Minggu untuk menjual tiket dan kami yakin bisa menembus lebih dari 100 ribu penjualan tiket pada Minggu, yang merupakan rekor penjualan tiket.

Apakah Anda melihat kehadiran MotoGP Thailand sebagai ancaman MotoGP Malaysia?

Angka penjualan tiket meningkat, tapi meningkat lebih karena penonton lokal. Karena tahun ini kami punya Hafizh Syahrin sebagai pebalap pertama asal Malaysia dan Asia Tenggara yang tampil di MotoGP, jadi hal itu membantu menambal penurunan penonton dari wisatawan asing, yang ada penurunan penonton dari wilayah Eropa karena mereka lebih memilih MotoGP Thailand sebagai seri yang baru.

Saya pernah mengatakan ini beberapa tahun lalu, sebuah ajang seperti MotoGP sangat butuh dukungan kuat dari penonton lokal, jadi ketika ada negera tetangga seperti Thailand atau nanti Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP, maka kami tidak akan terkena imbas yang buruk dari segi penonton.

Kualifikasi MotoGP Malaysia sempat tertunda karena hujan deras di Sirkuit Internasional Sepang. (Kualifikasi MotoGP Malaysia sempat tertunda karena hujan deras di Sirkuit Internasional Sepang. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Sangat penting 80 hingga 85 persen penonton berasal dari lokal. Jadi saat ini saya tidak terlalu khawatir dengan Thailand, atau khawatir dengan Indonesia, jika Indonesia menjadi tuan rumah nantinya, meski penonton asing nomor satu MotoGP Malaysia berasal dari Indonesia.

Marc Marquez untuk kali ketiga menjadi juara dunia di MotoGP Jepang, apakah kondisi itu membuat Anda khawatir penjualan tiket MotoGP Malaysia tidak laku?

Nomor satu kami menjual semua tiket grand stand pada Juni 2018, maaf tidak bisa refund [Razlan Razali langsung tertawa]. Tapi, entah Marquez menjadi juara dunia di Jepang atau sebelumnya, penonton dari Malaysia masih ingin menyaksikan aksi pebalap lokal, terutama kami punya Hafizh Syahrin di MotoGP.

Kita melihat sejumlah balapan ketat musim ini, hanya saja Marquez terlalu kuat. Dia hanya membuat sedikit kesalahan saat balapan, dia sering jatuh saat latihan bebas, tapi dia jarang melakukan kesalahan.

Bagaimana Anda melihat penampilan Hafizh Syahrin di MotoGP 2018? Apakah dia sudah memenuhi target?

Hafizh Syahrin sudah mencapai lebih dari apa yang kami targetkan. Dia membuktikan diri sebagai pebalap MotoGP yang kredibel. Awalnya cukup berisiko bagi Tech3 dalam hal ini [bos Tech3] Herve Poncharal dan kami [SIC] untuk memasukkan Hafizh sebagai nama terakhir yang masuk sebelum tes MotoGP di Thailand, yang ketika itu dianggap sebagai gimmick marketing untuk Yamaha, tapi ini lebih dari soal marketing. Hafizh sudah membuktikan diri menjadi pebalap dengan potensi bagus untuk beberapa tahun ke depan.

Jadi jika Hafizh Syahrin tidak merebut gelar rookie terbaik di MotoGP 2018 Anda tetap puas?

Akan menjadi bonus jika dia merebut gelar rookie terbaik musim ini. Kami sudah senang dengan penampilan Hafizh musim ini, dia sudah dua kali finis di posisi sepuluh besar, beberapa kali posisi 15 besar. Ya, dia terus belajar, melakukan kesalahan, jatuh dan lainnya. Tapi, Anda tidak bisa membandingkan penampilan Hafizh dengan Johann Zarco [rekan setimnya di Tech3] karena mereka menggunakan sepeda motor yang berbeda.

Musim depan akan menjadi musim yang penting bagi Hafizh karena dia akan mendapatkan sepeda motor yang sama, KTM. Tapi, yang penting bagi Hafizh adalah tampil bagus di seri rumahnya sendiri. Memberi penampilan menghibur bagi semua pendukung Malaysia yang hadir di Sirkuit Sepang. Orang-orang tidak akan peduli jika dia menjadi rookie terbaik atau tidak, jika dia mampu tampil bagus di MotoGP Malaysia, maka masyarakat Malaysia akan sudah senang.

Musim depan sejarah akan tercipta dengan adanya Petronas Sprinta Yamaha Racing sebagai tim pertama MotoGP dari Asia Tenggara? Apakah target tim ini musim depan bersama Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli?

Kami memiliki dua keberuntungan tahun ini, yang pertama Hafizh ke MotoGP dan lainnya memiliki tim. Kedua hal itu kami tidak merencanakannya. Kami berencana menaruh Hafizh di MotoGP baru musim depan, itupun dengan catatan dia memenuhi target di Moto2. Tapi, memiliki tim MotoGP secepat ini tidak pernah kami rencanakan. Kami berada di tempat dan waktu yang tepat.

Konferensi pers jelang MotoGP Malaysia 2018. (Konferensi pers jelang MotoGP Malaysia 2018. (Foto: CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Kami punya kontrak tiga tahun bersama Dorna, Yamaha, dan Petronas. Kami harus realistis mengenai peluang tim ini, karena kami tidak mengambil alih sebuah tim [meski menggunakan jatah Angel Nieto Team di MotoGP].

Kami akan memulainya dari nol, jadi harus realistis. Kami akan memiliki satu sepeda motor pabrikan untuk Franco Morbidelli, kami punya motor bagus untuk Fabio Quartararo. Kami ingin Quartararo menjadi rookie terbaik musim depan, karena itu target semua rookie. Kami juga ingin Morbidelli menjadi pebalap independen terbaik.

Jadi memiliki tim Malaysia di MotoGP tidak pernah ada dalam rencana SIC?

Tidak pernah terbesit di pikiran kami, terutama di pikiran saya, kami akan membentuk tim. Seperti yang saya bilang kami berada di tempat dan waktu yang tepat, kami beruntung, dan saya mengharapkan keberuntungan ketiga akhir pekan ini [Hafizh memberi kejutan di MotoGP Malaysia].

Kenapa tidak menaruh satu pebalap Malaysia di Petronas Sprinta Yamaha Racing?

Kecuali Hafizh, kami belum mampu mengembangkan pebalap lainnya. Tentunya pebalap terbaik kami selanjutnya adalah Khairul Idham Pawi yang sudah dua musim di Moto2. Kami akan coba memasukkan dia di MotoGP musim depan, karena kami ingin mengembangkan dia dalam dua tahun. Kami menjelaskan ke dia kalau ini peluang terbaik dia. Lupakan musim ini, musim sudah berakhir, dia masih belajar. Hafizh masuk ke MotoGP setelah empat tahun di Moto2, Khairul bisa melakukannya. Kami ingin Khairul menjadi pebalap pertama asal Malaysia di tim kami dalam dua tahun ke depan.

Pertanyaan terakhir gebrakan apa yang akan dilakukan SIC selanjutnya, mungkin mengembalikan F1 ke Malaysia?

Tidak. F1 tidak akan ada dalam rencana kami saat ini. Saya pikir masa depan buat SIC adalah kami satu-satunya tim yang bisa memberi jaminan masuk MotoGP. Kami ingin Asia bangun dan sadar kalau impian tampil di MotoGP adalah kenyataan. Kita sudah melihatnya dengan Hafizh. (har/bac)


BACA JUGA