Kemungkinan Indonesia menggelar MotoGP dilontarkan CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, setelah mengunjungi mengunjungi Lombok pada bulan lalu beserta timnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Vinci Construction juga akan bertindak sebagai investor utama untuk balapan setelah menanamkan modalnya sebesar 900 juta atau setara dengan Rp15,3 triliun. Pembangunan sirkuit di Mandalika itu rencananya akan rampung pada 2021 mendatang.
Kawasan ekonomi di Mandalika bisa menggelar kejuaraan dunia balap motor, MotoGP. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) |
Jadi, selama MotoGP digelar kawasan Mandalika itu nantinya akan digunakan untuk kepentingan balapan. Selebihnya bisa dipakai untuk hal lainnya.
Hanya saja Indonesia bukan satu-satunya negara yang tengah mengantre untuk masuk agenda MotoGP. Finlandia dan Meksiko merupakan dua negara yang juga bertekad untuk bisa menyelenggarakan balapan motor nomor satu di dunia itu.
Hanya saja, baik Finlandia dan Meksiko tidak akan menambah agenda MotoGP untuk 2019 mendatang. Pasalnya Dorna masih bertahan agar balapan dalam setahun hanya berjumlah 19 seri.
"Kami memiliki banyak permintaan untuk sirkuit yang ingin menggelar perlombaan. Mereka yang sudah memiliki kontrak akan menghormati yang mempunyai keinginan menggelar MotoGP, tetapi dari sana mereka juga harus bernegosiasi," Ezpeleta menegaskan. (sry/nva)
Kawasan ekonomi di Mandalika bisa menggelar kejuaraan dunia balap motor, MotoGP. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)