Sebelum Dibunuh, Pemain Brasil Pamer Foto di Kamar Tersangka

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 10:19 WIB
Sebelum Dibunuh, Pemain Brasil Pamer Foto di Kamar Tersangka Daniel Correa dibunuh oleh Edson Brittes Junior. (Istockphoto/FOTOKITA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesepakbola Brasil, Daniel Correa sempat mengunggah foto saat sedang berada di kamar istri tersangka bernama Edson Brittes Junior sebelum akhirnya ia dibunuh.

Correa yang bermain untuk Sao Bento sebagai pemain pinjaman dari Sao Paolo dibunuh dengan kondisi leher digorok dan alat kelamin dipotong. Tiga hari berselang, Junior ditahan dan mengaku membunuh pria berusia 24 tahun itu. Junior mengklaim ia menangkap basah Correa tengah berusaha memperkosa istrinya, Cristiana.

Peristiwa tragis ini bermula ketika Correa tengah menghadiri acara ulang tahun Allana, putri dari Junior dan Cristiana. Setelah pesta di sebuah klub malam, pesta berlanjut di kediaman Allana. Di kediaman Allana itulah peristiwa terjadi.


Dalam temuan terbaru, dikutip dari Mirror, Correa ternyata sempat mengambil foto dirinya berpose di kamar Cristiana dengan kondisi Cristiana tengah terlelap.

Correa lalu mengirim foto tersebut pada rekannya lewat aplikasi whatsapp dengan disertai tulisan.

"Saya bisa tidur di sini. Ada sejumlah wanita yang tidur di seluruh penjuru rumah."

"Saya akan 'memakan' ibu dari gadis yang sedang berulang tahun... dan ayahnya ada di sini," tulis Correa dalam pesan tersebut.

Rekan Correa yang menerima foto tersebut sudah mengingatkan potensi bahaya atas aksi yang dilakukan Correa.

Junior sendiri sudah menceritakan momen ketika ia menyadari pintu kamarnya terkunci. Junior mengaku mendengar teriakan istrinya dari dalam.

"Itulah momen ketika saya menariknya dari istri saya. Saya lempar ia ke lantai untuk menghentikan monster itu memperkosa istri saya."

"Saya memukulinya dan mengeluarkannya dari rumah. Saya tak tahu apakah dia masih sadar atau pingsan atau hanya sekadar menutup matanya," ucap Junior.

Junior mengakui bahwa dirinya gelap mata saat momen tersebut terjadi.

"Saya tak memikirkan apapun. Saya memiliki pisau di mobil. Saya tak tahu bahwa saya akan melakukan itu. Saya sangat putus asa, di samping saya juga diliputi kemarahan," ujar Junior. (ptr/nva)