Dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggaa tersebut, Singapura dilatih pelatih kepala Fandi Ahmad. Mendengar nama tersebut, Bima pun teringat dengan pertandingan semifinal SEA Games 1997 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pertemuan terakhir Bima dan Fandi terjadi dalam laga uji tanding Timnas Indonesia U-23 dan The Lions U-23 pada Maret 2018 yang berkesudahan 3-0 untuk Febri Hariyadi dan kawan-kawan.
Bima Sakti (tengah) akan menjalani turnamen pertama sebagai pelatih kepala sebuah kesebelasan. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
Lebih lanjut, Bima menganggap Fandi sebagai pelatih berkualitas dan merasa bersyukur dapat bersaing dengan pelatih-pelatih dengan nama besar. Selain Fandi, Bima juga akan bertemu dengan Sven-Goran Eriksson yang menangani Filipina dan pelatih Thailand Milovan Rajevac.
Bima mengaku tak gentar mengahadapi lawan yang cukup tenar dan menegaskan permainan akan ditentukan oleh 11 pemain yang berada di lapangan.
"Semoga ini [Piala AFF] menjadi semangat mereka. Ini momen mereka menjadi pahlawan bangsa dan menjadi obat kesedihan bangsa untuk saudara-saudara kita yang trrkena musibah," ucapnya melanjutkan. (map/bac)
Bima Sakti (tengah) akan menjalani turnamen pertama sebagai pelatih kepala sebuah kesebelasan. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)