Siapa saja mereka? Berikut profil singkat pemain yang bisa jadi tulang punggung skuat Garuda.
Konsistensi penampilan di kompetisi Liga 1 jadi salah satu penilaian tersendiri bagi pelatih Bima Sakti. Tak sedikit pula yang tersingkir karena kalah bersaing dengan talenta muda potensial yang gemilang di Asian Games 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fachruddin Aryanto konsisten di level klub dan Timnas Indonesia. (AFP PHOTO / STRINGER) |
Bek Madura United ini pun kerap jadi andalan Luis Milla di Asian Games 2018. Pengalamannya tampil di sejumlah laga internasional membuka peluang untuk menjabat kapten tim.
Stefano Lilipaly punya etos kerja tinggi di setiap laga. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Tak ada yang menyangsikan kualitas Lilipaly di lini serang Timnas Indonesia. Selain jeli melepaskan umpan-umpan kunci, pemain berdarah Belanda-Maluku ini juga piawai mencetak gol dari lini kedua.
Andritany Ardhiyasa jadi kiper utama Timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Kiper Persija Jakarta ini kerap menjadi langganan di skuat Merah Putih dalam beberapa tahun belakagnan. Namun, baru dua tahun terakhir ia dipercaya menjadi kiper utama Garuda seiring dengan cedera panjang yang dialami Kurnia Meiga.
Bayu Pradana andalan di Piala AFF 2016. ((CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)) |
Gelandang Mitra Kukar ini kualitas yang mumpuni sebagai gelandang bertahan. Bukan sekadar bertugas melakukan tekel dan merebut bola, Bayu juga punya kelebihan membaca ritme bermain lawan yang dihadapi.
Andik Vermansah jadi nama terakhir yang dipanggil Bima Sakti. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Sempat tersingkir dari 23 nama awal yang dirilis Bima Sakti, Andik akhirnya dipanggil kembali menyusul kasus hukum yang membelit winger muda Saddil Ramdani.
Meski demikian, Andik merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki Indonesia. Selain punya kecepatan dan kemampuan individu ciamik, mantan pemain Kedah FA tersebut punya visi bermain yang jernih dan segudang pengalaman di ajang internasional.
Rizky Pora salah satu bintang di Piala AFF 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Penampilan konsisten bersama Barito Putera membuat Bima Sakti tak kuasa memboyong Rizky Pora. Ia bisa bermain menyerang maupun bertahan di sektor sayap dengan sama baiknya.
Hansamu Yama penerus Hamka Hamzah. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Pada edisi sebelumnya Hansamu lebih banyak menghuni bangku cadangan karena kalah bersaing dengan Yanto Basna. Namun, ia justru tampil gemilang saat dipercaya menggantikan Basna yang terkena sanksi larangan bermain.
Sekilas gaya permainannya mengingatkan publik terhadap bek tangguh Indonesia, Hamka Hamzah. Tapi, Hansamu punya ciri khasnya sendiri dan layak mendampingi Fachruddin.
Evan Dimas salah satu talenta muda terbaik Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Sama dengan Hansamu, Evan Dimas adalah produk Timnas Indonesia U-19 binaan Indra Sjafri yang mampu tampil konsisten di level klub maupun timnas. Gelandang Selangor FA ini punya kualitas di atas rata-rata.
Evan Dimas merupakan metronom skuat Garuda sekaligus pemain kesayangan pelatih sebelumnya, Luis Milla, dalam memuluskan pola permainan tiki-taka yang mengandalkan penguasaan bola dan umpan-umpan cepat dan akurat. (jun/bac)
Fachruddin Aryanto konsisten di level klub dan Timnas Indonesia. (AFP PHOTO / STRINGER)
Stefano Lilipaly punya etos kerja tinggi di setiap laga. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Andritany Ardhiyasa jadi kiper utama Timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bayu Pradana andalan di Piala AFF 2016. ((CNN Indonesia/Adhi Wicaksono))
Andik Vermansah jadi nama terakhir yang dipanggil Bima Sakti. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Rizky Pora salah satu bintang di Piala AFF 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Hansamu Yama penerus Hamka Hamzah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Evan Dimas salah satu talenta muda terbaik Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)