Khusus Tsunami Cup 2017, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menegaskan pihaknya selalu berkomunikasi untuk menyelesaikan utang sebesar Rp1,5 miliar yang tertunggak.
Sebelumnya, pihak panitia Tsunami Cup mengaku kecewa karena tak ada tanggapan sama sekali dari PSSI untuk melunasi utang tersebut. Dari total Rp2 miliar, induk olahraga sepak bola itu baru membayar Rp500 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengakui PSSI masih berutang kepada pihak Tsunami Cup 2017 dan La Nyalla Mattalitti. (Foto: CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
Sedikitnya ada dua utang PSSI yang masih menumpuk yakni kepada La Nyalla Mattalitti dan panitia Tsunami Cup 2017.
"Menunggu sampai kapan, kami belum tahu. Tapi kalau bisa jangan sampai lewat dari tahun ini. Kalau lewat, kami akan duduk dulu dengan tim panitia untuk menentukkan langkah selanjutnya," tutur Sa'dan.
"Kenapa kami ngomong ke media? Supaya publik dan pihak ketiga tahu bahwa benar-benar kami ini lagi memang sedang tersangkut di PSSI. Kalau kami tidak beritakan begini, seolah-olah uang sudah cair di kami dan kami tidak membayarkan kepada mereka [pihak ketiga]," tuturnya kembali.
"Karena kami masih menunggu Putusannya disampaikan langsung oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tapi beliau [La Nyalla] mengatakan bahwa pintunya terbuka untuk PSSI apabila ada rencana PSSI untuk mengundang beliau untuk bicara mengenai skema pengembalian utangnya. Kita tunggu saja kabar dari PSSI, kami yakin kok PSSI beriktikad baik untuk itu," pungkas Achmad. (map/bac)
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengakui PSSI masih berutang kepada pihak Tsunami Cup 2017 dan La Nyalla Mattalitti. (Foto: CNN Indonesia/Titi Fajriyah)