ANALISIS

Pemain Pengganti Ubah Nasib Timnas Indonesia di Piala AFF

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 07:13 WIB
Pemain Pengganti Ubah Nasib Timnas Indonesia di Piala AFF Stefano Lilipaly masuk pada babak kedua dan mencetak satu gol ke gawang Timor Leste. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia patut berterima kasih kepada para pemain pengganti mereka saat melawan Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (13/11). Karena pemain-pemain seperti Stefano Lilipaly dan Riko Simanjuntak, Tim Merah Putih menang 3-1 atas Timor Leste di Piala AFF 2018.

Skuat Garuda melakukan sejumlah perubahan dalam susunan starter melawan Timor Leste di laga kedua Grup B Piala AFF. Tercatat ada lima pemain yang dirombak oleh pelatih Bima Sakti dari line-up saat melawan Singapura.

Alfath Fathier, Fachruddin Aryanto, Muhammad Hargianto, Andik Vermansah, dan Septian David Maulana bermain sejak menit awal 'menggeser' nama-nama seperti Rizki Pora, Ricky Fajrin, Zulfiandi, Irfan Jaya, serta Stefano Lilipaly.


Hanya Gavin Kwan Adsit yang murni sebagai pengganti I Putu Gede Juni Antara lantaran pemain Bhayangkara FC itu mendapat kartu merah saat melawan Singapura.

Eksperimen Bima Sakti dengan menyimpan sejumlah pemain inti pun berakibat fatal. Timnas Indonesia tampak tidak memiliki irama permainan di babak pertama. Tim Merah Putih yang dalam dua tahun terakhir dikenal memiliki penguasaan bola tidak tampak di awal-awal laga.

Dengan perubahan besar itu Timnas Indonesia mencoba membangun serangan dari belakang. Namun, transisi dari bertahan ke menyerang Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan tidak berproses dengan semestinya.

Serangan dari belakang ke depan yang seharusnya dimainkan dengan pola satu dua sentuhan dari bek ke gelandang, lalu gelandang melihat situasi dan mengatur ritme sebelum mengumpan ke lini depan tidak tampak di babak pertama.

Riko Simanjuntak menjadi pemain pengganti dalam dua laga Piala AFF 2018.Riko Simanjuntak menjadi pemain pengganti dalam dua laga Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bola bergulir begitu cepat dari belakang, tengah, lalu ke depan. Tetapi dengan cepat juga tuan rumah Timnas Indonesia kehilangan bola. Dalam kondisi seperti itu Timnas Indonesia jelas membutuhkan pemain sekelas Zulfiandi.

Zulfiandi yang ideal diduetkan dengan Evan Dimas merupakan pemain dengan tipe pengatur irama permainan. Gelandang Sriwijaya FC itu piawai dalam memainkan umpan, ia juga bisa melihat posisi rekannya dan tahu kapan harus melepaskan umpan jauh atau umpan pendek.

Di pertandingan ini Bima Sakti memilih menduetkan Evan Dimas dengan M Hargianto. Sementara, sepanjang babak pertama Hargianto tampak kesulitan mengontrol lini tengah.

Tanpa pengatur permainan di lini tengah, serangan Timnas Indonesia pun kacau. Lima kali runner up di Piala AFF ini memiliki sejumlah peluang di babak pertama, termasuk juga di awal-awal babak kedua. Sayang, peluang-peluang itu juga dengan mudah menguap.

Eksekusi yang dilakukan Beto Goncalves, Evan Dimas, Febri Hariyadi, hingga Septian David Maulana ketika berada di kotak penalti lawan urung berujung gol. Seandainya saja Zulfiandi main sejak awal, Evan Dimas bisa lebih tenang dalam menyerang. Pemain Selangor FA itu bisa muncul dari lini kedua untuk membantu rekannya yang memegang bola dan berada di kotak penalti.

Perjudian Bima Sakti melakukan perombakan besar pun membuahkan malapetaka. Melalui serangan balik yang tidak terduga tendangan spekulasi Rufino Walter Gama menit ke-48 bersarang di gawang Andritany Ardhiyasa.

Evan Dimas kehilangan tandem idealnya, Zulfiandi.Evan Dimas kehilangan tandem idealnya, Zulfiandi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Tidak lama setelah gol itu gawang Timnas Indonesia hampir saja kembali kebobolan. Beruntung blunder yang dilakukan Andritany usai menerima back pass Gavin gagal dimanfaatkan pemain Timor Leste.

Mujur bagi Timnas Indonesia karena pergantian yang dilakukan sejak menit ke-56 masih bisa berujung banyak gol. Tumpulnya lini serang Timnas Indonesia membuat tim pelatih memainkan Riko Simanjuntak menggantikan Febri Hariyadi yang kesulitan di sayap kiri pada menit ke-56.

Dengan pergantian itu Riko bermain di sayap kanan menggeser Andik Vermansah. Sedangkan Andik menempati posisi Febri. Lima menit setelah pergantian tersebut, Timnas Indonesia bisa menyamakan kedudukan.

Akselerasi Andik di sisi kiri membuka ruang bagi Alfath Fathier yang membantunya dalam menyerang. Usai melakukan solo run Andik memberikan bola kepada Alfath, dengan sekali kontrol pemain Madura United itu lalu melepaskan tendangan placing ke tiang jauh yang tidak bisa diantisipasi kiper Fagio Pereira.

Sebelum masuk ke dalam gawang, bola tampak menyentuh permukaan lapangan yang rusak karena konser musik Guns N' Roses sebelum mengecoh kiper Fagio.

Beto Goncalves tidak mendapat umpan matang di babak pertama.Beto Goncalves tidak mendapat umpan matang di babak pertama. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Setelah gol pertama, guna meningkatkan serangan Bima Sakti memasukkan Stefano Lilipaly menggantikan Septian David Maulana yang tidak berkembang sebagai gelandang serang.

Dari dua pergantian itu irama permainan Timnas Indonesia mulai tertata dengan baik. Andik lebih bebas dan nyaman di sektor kiri. Dari kerja sama Andik dan Lilipaly itu juga gol kedua Timnas Indonesia tercipta.

Usai menerima umpan dari Lilipaly, Andik dijegal Gumario Augusto Da Silva dan berbuah penalti untuk Skuat Garuda. Penalti Lilipaly ke sisi kanan gawang pun tidak bisa diantisipasi kiper Fagio Pereira.

Peran pemain pengganti benar-benar krusial untuk Timnas Indonesia dalam pertandingan melawan Timor Leste. Setelah Andik dan Lilipaly memberikan kontribusi lewat umpan dan gol, giliran Riko Simanjutak menjadi pemberi assist untuk gol pamungkas yang dicetak Beto Goncalves pada menit ke-82.

Dalam laga ini Riko bermain lebih taktis dan efisien. Hal itu juga yang ditunjukkannya saat gol ketiga. Ketika itu Riko dengan tepat waktu memberikan umpan silang kepada Beto, dengan waktu yang tepat juga penyerang Sriwijaya FC tersebut menyundul hingga bola masuk ke sudut kiri atas gawang Timor Leste.

Pertandingan melawan Timor Leste ini patut dijadikan pelajaran penting untuk tim pelatih Timnas Indonesia untuk tidak lagi melakukan coba-coba di laga berikutnya. Pasalnya, pertandingan ketiga Timnas Indonesia tidak mudah, melawan tim kuat Thailand dalam laga tandang di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/11). (bac)