Dilansir dari Bangkok Post (14/11), Peenapat KO setelah kepala bagian kanan dia terkena beberapa pukulan kencang dari petarung bernama Famai Sor Phranakhon dalam duel yang berlangsung di daerah Phra Pradaeng, Provinsi Samut Prakan pada Sabtu (10/11). Seketika, siswa Wat Samutkit Witthayakhom School itu pun terkapar tak berdaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak keluarga baru menerima jenazah lelaki tersebut pada Selasa (13/11). Almarhum Peenapat lalu menjalani ritual keagamaan di Wat Mai Bang Plakod, Phra Samut.
Kematian Peenapat semakin mendorong upaya agar bela diri Muay Thai di Thailand diberikan batasan usia. Saat ini, tidak ada batasan usia bagi orang yang ingin berolahraga Muay Thai.
Chatchai Im-arom, seorang dokter dari Rumah Sakit Ramathibodi, mendukung pembatasan usia bagi anak-anak untuk bertarung di atas ring. Ia mengatakan anak-anak berusia 15 tahun ke bawah rentan terkena cedera otak.
Anak-anak Thailand, lanjut Im-arom, tetap diperbolehkan belajar bela diri Muay Thai yang telah menjadi bagian dari budaya negara. Akan tetapi untuk bertarung di atas ring, ia mengatakan harus ada pembatasan umur. Peenapat sendiri dikabarkan mulai berlatih Muay Thai sejak usia delapan tahun. (map/sry)