Marca menyebutkan, Solari berhasil meniru strategi berani Zidane dengan mengandalkan pemain lapis kedua di laga penting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taktik Zidane dengan mengganti Dani Carvajal, Toni Kroos, dan Karim Benzema untuk memainkan Danilo, Lucas Vazquez, dan Isco membuktikan keberhasilan Los Blancos meraih gelar juara di ajang Liga Champions 2016.
Rencana yang Zizou tersebut, kini digunakan kembali oleh Santiago Solari untuk mengeluarkan Madrid dari rekor negatif. Faktanya, taktik memainkan pemain pelapis ini malah menjadi kekuatan tak terduga dari El Real.
Terbentuknya skuat baru tersebut, kini membuka peluang untuk mendapatkan waktu bermain lebih setelah berhasil memulihkan konstruksi permainan Real Madrid yang telah hilang semenjak ditinggal Zizou.
Namun, Solari juga masih memiliki pemain cadangan lain bertabur bintang yang dapat diandalkan. Tentu rotasi pemain ini sangat membantu Los Blancos dalam pemulihan stamina terutama saat setelah skuat utama menghadapi tim-tim raksasa Liga Spanyol atau berlaga dalam Liga Champions.
Solari menggunakan formula ini untuk melawan Valencia setelah sebelumnya Real Madrid menelan kekalahan telak dari Eibar. Komposisi tim baru ini dapat menjadi titik balik bagi Solari untuk meraih kembali kepercayaan diri dan mental juara Madrid yang mulai hilang setelah ditinggal Zizou dan Cristiano Ronaldo. (dre/jun)