Laga perebutan satu kursi Liga 1 2019 itu sempat terhenti beberapa menit lantaran puluhan pendukung Persita masuk ke dalam lapangan. Mereka menilai wasit tidak adil memimpin pertandingan, kesal karena bek Amri Alamsyah kena kartu merah pada menit ke-56, dan ditambah kenyataan skuat asuhan Wiganda yang tertinggal 0-2 sejak awal babak pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini hari paling tidak mengenakkan bagi saya, karena tim kalah dan tak lolos ke Liga 1. Ini kesalahan saya, beberapa pemain ada yang sesak nafas tetapi tetap saya masukkan ke line up karena tim saya butuh pemain berpengalaman," ucap Wiganda.
Laga Persita vs Kalteng Putra sempat diwarnai insiden suporter masuk lapangan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya) |
"Ya tidak tahu ya, mungkin Liga 2 tahun ini dramatis sekali. Saya masuk ketika Persita urutan ke-11, saya baru tahu bahwa Liga 2 betul-betul keras. Saya tidak komentar [wasit] lah ya, kalian juga nonton dan mungkin kalian juga tahu," ujar dia.
Sementara itu pelatih Kalteng Putra Kas Hartadi menganggap pertandingan lawan Persita sebagai sebuah laga yang seru.
"Meski ada insiden, saya pikir wajar-wajar saja tadi," ujarnya.
Kas juga menjelaskan alasan ia tetap ingin laga dilanjutkan setelah kerusuhan di dalam lapangan. Ia mengatakan Kalteng Putra wajib bermain sampai pertandingan selesai.
Laga Persita vs Kalteng Putra sempat diwarnai insiden suporter masuk lapangan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)