Pelatih: Suporter Kecewa Karena Ingin Persita Masuk Liga 1

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 23:07 WIB
Pelatih: Suporter Kecewa Karena Ingin Persita Masuk Liga 1 Wiganda Saputra menyayangkan aksi suporter Persita masuk lapangan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Persita Tangerang Wiganda Saputra menyayangkan aksi suporter Pendekar Cisadane yang tidak dapat mengontrol emosi ketika bertanding lawan Kalteng Putra dalam perebutan peringkat ketiga Liga 2 di Stadion Pakansari pada Selasa (4/12).

Laga perebutan satu kursi Liga 1 2019 itu sempat terhenti beberapa menit lantaran puluhan pendukung Persita masuk ke dalam lapangan. Mereka menilai wasit tidak adil memimpin pertandingan, kesal karena bek Amri Alamsyah kena kartu merah pada menit ke-56, dan ditambah kenyataan skuat asuhan Wiganda yang tertinggal 0-2 sejak awal babak pertama.

"Sangat disayangkan sekali. Ketika suporter masuk [lapangan], pasti jadi kerugian bagi Persita. Mereka ingin sekali masuk Liga 1 sehingga emosinya jadi tidak terbendung dan susah untuk diredam," kata Wiganda dalam konferensi pers setelah pertandingan kepada para awak media.


Persita akhirnya kalah dengan skor 0-2. Kekalahan tersebut sekaligus memupus harapan Amri dan kawan-kawan untuk berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.

"Ini hari paling tidak mengenakkan bagi saya, karena tim kalah dan tak lolos ke Liga 1. Ini kesalahan saya, beberapa pemain ada yang sesak nafas tetapi tetap saya masukkan ke line up karena tim saya butuh pemain berpengalaman," ucap Wiganda.

"Heru [Setyawan] dan Adittia [Gigis Hermawan] pemain masih muda sekali dan keduanya mungkin panik di lapangan. Saya masukkan Ade Jantra, Egi [Melgiansyah] sudah telat, tak bisa menambah gol dan akhirnya kalah," ucapnya melanjutkan.
Laga Persita vs Kalteng Putra sempat diwarnai insiden suporter masuk lapangan.Laga Persita vs Kalteng Putra sempat diwarnai insiden suporter masuk lapangan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Lebih lanjut, Wiganda enggan banyak berkomentar mengenai kepemimpinan wasit.

"Ya tidak tahu ya, mungkin Liga 2 tahun ini dramatis sekali. Saya masuk ketika Persita urutan ke-11, saya baru tahu bahwa Liga 2 betul-betul keras. Saya tidak komentar [wasit] lah ya, kalian juga nonton dan mungkin kalian juga tahu," ujar dia.

Sementara itu pelatih Kalteng Putra Kas Hartadi menganggap pertandingan lawan Persita sebagai sebuah laga yang seru.

"Meski ada insiden, saya pikir wajar-wajar saja tadi," ujarnya.

Kas juga menjelaskan alasan ia tetap ingin laga dilanjutkan setelah kerusuhan di dalam lapangan. Ia mengatakan Kalteng Putra wajib bermain sampai pertandingan selesai.

"Kalau tidak [dilanjutkan, mungkin ada sanksi juga [kepada Kalteng Putra]. Itu mental, kami harus berani melanjutkan pertandingan seperti itu. Mental kami harus kuat," tutur Kas Hartadi. (map/ptr)


BACA JUGA