ANALISIS

Gelar Pamungkas dari Bambang Pamungkas

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 10:52 WIB
Gelar Pamungkas dari Bambang Pamungkas Bambang Pamungkas meraih dua gelar juara Liga Indonesia bersama Persija. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Bambang, Bambang, Bambang Pamungkas... Bambang Pamungkas, sekarang juga!" begitu kira-kira chant The Jakmania yang menggema dari sudut tribune Stadion Utama Gelora Bung Karno, sekitar 10 menit jelang akhir laga Persija Jakarta vs Mitra Kukar di Liga 1 2018, Minggu (9/12).

Yel-yel tersebut memang terkesan lumrah terdengar di saat Persija berlaga. Itu merupakan pertanda bahwa suporter mengharapkan sang idola segera dimainkan di lapangan.

Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco, pun menangkap pesan tersebut. Ia sudah menyiapkan Bambang Pamungkas 10 menit sebelum waktu normal usai di laga penentu juara Liga 1 2018.


Nyaris tak ada alasan bagi Teco untuk tidak menurunkan Bepe, sapaan akrab Bambang, apalagi Persija sedang unggul 2-0 atas Mitra Kukar dan atmosfer kemenangan sudah berada di depan mata.

Permohonan pergantian pemain pun sudah diberikan ke meja panitia pelaksana pertandingan. Bepe tinggal menunggu bola mati agar wasit bisa memberikan izin masuk ke lapangan.

Striker yang identik dengan nomor 20 itu pun akhirnya mendapatkan kesempatan mengganti Marko Simic di menit ke-88. Tepat setelah Mitra Kukar berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2.

Sisa waktu pertandingan berubah mencekam bagi Persija karena tim lawan sedang jor-joran menyerang. Belum lagi wasit memberikan waktu tambahan tiga menit setelah waktu normal berakhir.


Maklum, Persija amat membutuhkan kemenangan untuk memastikan gelar juara Liga 1 2018. Terlebih di tempat terpisah, tim rival yang hanya terpaut satu poin, PSM Makassar sudah memastikan kemenangan 5-1 atas PSMS Medan.

Jika Persija vs Mitra Kukar seri, maka PSM lah yang berhak keluar sebagai kampiun. Namun, nasib tetap berpihak pada Persija. Tim Ibukota sukses mempertahankan keunggulan 2-1 hingga laga usai sekaligus mengunci gelar ke-11 di Liga Indonesia.

Bepe hanya bermain selama lima menit di lapangan dan tak banyak mendapat kesempatan untuk unjuk gigi. Namun, suporter sudah cukup puas untuk menyaksikan Bepe terlibat dalam sejarah manis Persija sore itu.

Mungkin, ini akan menjadi laga pamungkas Bepe untuk Persija. Mengingat usia 38 tahun tak lagi ideal bagi pesepakbola untuk bermain di level tertinggi.

Bambang Pamungkas ikut membawa Persija juara Liga Indonesia pada 2001 silam.Bambang Pamungkas ikut membawa Persija juara Liga Indonesia pada 2001 silam. (ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Pemain jebolan Diklat Salatiga tersebut sebenarnya sudah memikirkan pensiun dalam beberapa tahun sebelumnya. Namun, dia masih berambisi untuk mengukir sejarah manis di klub yang telah membesarkan namanya.

Bepe terus berjuang melawan keterbatasan. Risiko menjadi pemain cadangan harus ditanggung dan rela menjadi penghangat bangku cadangan.

Musim ini, Bepe hanya tiga kali turun sebagai starter dari total 13 penampilannya di Liga 1 2018. Ia kalah bersaing dengan bomber asal Kroasia, Marko Simic, yang meroket sejak turnamen pramusim Piala Presiden 2018.

Dengan kesempatan bermain terbatas, Bepe pun hanya mampu mengemas satu gol di Liga 1. Sementara Simic jadi pemain tersubur Persija dengan torehan 17 gol.

Sebelumnya Bepe mengantarkan Persija juara Piala Presiden 2018.Sebelumnya Bepe mengantarkan Persija juara Piala Presiden 2018. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Meski jarang bermain, striker legendaris Timnas Indonesia tersebut punya peran besar dalam mengatrol mental juara para pemain muda. Terlebih hanya Bepe menjadi satu-satunya pemain yang pernah mencicipi manisnya gelar juara Liga Indonesia pada 2001.

Bepe memang bukan one man club seperti halnya kiper legendaris Persela Lamongan Choirul Huda. Namun, pemain yang unggul dalam bola udara itu lebih banyak menghabiskan karier bersama Persija.

Pelita Bandung Raya jadi klub lokal kedua yang pernah menjadi pelabuhan Bepe pada musim 2014. Tapi, keputusan ini diambil karena konflik dengan manajemen Persija terkait kasus penunggakan gaji.

Ia tak mampu lama-lama jauh dari 'rumah' dan memutuskan kembali ke Persija pada musim 2015 hingga kini.

Sinyal Pensiun

Laga Persija vs Mitra kemungkinan bakal jadi laga pamungkas Bepe di Persija. Sinyal pensiun semakin nyata setelah Bepe meminta kata "Pamungkas" disematkan di bagian bawah nomor punggung jerseynya.

Pada 2012 silam, Bepe memberikan sinyal pensiun dari Timnas Indonesia setelah menggunakan nama "Pamungkas" tanpa Bambang di jersey-nya.

"Saya memutuskan untuk menggunakan nama 'Pamungkas', daripada 'Bambang' seperti yang biasa saya kenakan di jersey tim nasional saya," kata Bambang dalam laman pribadinya.

"Tentu hal tersebut bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Indonesia, kata pamungkas memiliki arti 'menjadi yang terakhir'. Maka begitu pula dengan perjalanan karier saya bersama tim nasional," sambungnya.

Mungkin, tak lama lagi Bepe akan kembali membuat tulisan salam perpisahan untuk Persija. Maka, chant suporter 'Bambang Pamungkas' di laga Persija kemarin boleh jadi pamungkas karena ia sudah bisa pensiun dengan tenang usai mempersembahkan gelar pamungkas untuk Persija. (jun/sry)