Rooney Ditangkap Karena Mabuk di Washington
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Senin, 07 Jan 2019 01:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Legenda Manchester United, Wayne Rooney sempat ditangkap di Washington lantaran mabuk karena pengaruh alkohol.
Menurut laporan Telegraph, Rooney ditangkap karena mengganggu ketertiban umum dan berteriak-teriak di Washington. Rooney ditangkap oleh petugas kepolisian Bandara Washington.
Rooney diduga melakukan pelanggaran itu pada 17 Desember. Rooney juga dilaporkan membayar denda sebesar $25 alias sekitar Rp357 ribu.
Pelanggaran yang dilakukan Rooney termasuk pelanggaran ringan. Rooney dibebaskan tanpa jaminan dan hanya membayar denda dalam jumlah kecil.
Belum jelas apakah Rooney ditangkap di bandara namun yang pasti Rooney sempat mengunggah foto dirinya tengah berada di Arab Saudi pada 15 Desember.
Pada tahun 2017, Rooney juga sempat bermasalah dengan insiden yang berkaitan dengan minuman keras. Saat itu Rooney melakukan pelanggaran mengemudi dalam pengaruh alkohol. Ia mendapat sanksi larangan mengemudi selama dua tahun dan denda 170 poundsterling.
Rooney adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh Manchester United dan Timnas Inggris. Rooney pensiun dengan status sebagai pencetak gol terbanyak untuk kedua tim tersebut.
Rooney mencetak 253 gol untuk Manchester United dan membukukan 53 gol untuk Timnas Inggris.
Menurut laporan Telegraph, Rooney ditangkap karena mengganggu ketertiban umum dan berteriak-teriak di Washington. Rooney ditangkap oleh petugas kepolisian Bandara Washington.
Lihat juga:Piala Asia 2019: Thailand Dibantai India |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum jelas apakah Rooney ditangkap di bandara namun yang pasti Rooney sempat mengunggah foto dirinya tengah berada di Arab Saudi pada 15 Desember.
Wayne Rooney adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah Manchester United dan timnas Inggris. (REUTERS/Darren Staples) |
Lihat juga:Sevilla vs Atletico Madrid Berakhir Imbang |
Wayne Rooney adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah Manchester United dan timnas Inggris. (REUTERS/Darren Staples)