Pesepakbola 51 Tahun Perpanjang Kontrak di Yokohama FC

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 20:58 WIB
Pesepakbola 51 Tahun Perpanjang Kontrak di Yokohama FC Kazuyoshi Miura memperpanjang kontrak dengan Yokohama FC di usia 52 tahun. (AFP PHOTO / TORU YAMANAKA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesepakbola 51 tahun, Kazuyoshi Miura, kembali memperpanjang kontrak dengan klub Yokohama FC yang menghuni kasta kedua Liga Jepang J2 dengan durasi setahun.

Miura tercatat sebagai pemain tertua di dunia yang hingga kini masih aktif merumput. Rentang kariernya sebagai pemain hingga saat ini sudah mencapai 31 tahun sejak debutnya pada 1986.

Miura mengumumkan kepastian perpanjangan kontraknya bersama Yokohama FC melalui akun media sosial Twitternya.


"Saya sudah memperbarui kontrak untuk musim 2019. Terima kasih kepada semua orang yang selalu mendukung. Saya sangat berterima kasih."

"Saya akan bertartisipasi di sejumlah pertandingan. Saya tidak akan membuang kesempatan satu menit pun. Saya ingin selalu berhadapan dengan bola dan melakukan latihan rutin dengan kekuatan maksimum," ucap Miura.

Kazuyoshi Miura perpanjang kontrak bersama Yokohama FC. (Kazuyoshi Miura perpanjang kontrak bersama Yokohama FC. (AFP PHOTO / TORU YAMANAKA)
Penyerang yang pernah dipinjamkan ke Sydney FC pada 2005 itu mengalahkan rekor pesepakbola Inggris, Stanley Matthews sebagai pesepak bola tertua.

Matthews pensiun sebagai pemain pada usia 50 tahun di Stoke City pada 1965. Total sudah 33 tahun rentang kariernya sebagai pesepakbola sejak memulai debutnya pada 1932.

Dilansir dari AS, Miura bergabung bersama Yokohama FC pada 2005 saat menginjak 38 tahun. Pernah memperkuat timnas Jepang, ia memutuskan pensiun 19 tahun lalu dengan catatan 89 kali bermain dan 55 gol.

Miura memulai kariernya sebagai pesepakbola dengan bergabung bersama klub Brasil, Santos. Kemudian ia kembali ke Jepang pada 1990. Tiga tahun kemudian, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pembukaan kompetisi kasta tertinggi Jepang, J League.

Ia pun pernah meraih penghargaan pemain terbaik di Asia pada 1993, namun secara kontroversial tak lagi diboyong pada Piala Dunia 1998 meski mencetak 14 gol selama kualifikasi. (bac/nva)


BACA JUGA