ANALISIS

Coutinho Merana, Coutinho Tersiksa

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Senin, 14/01/2019 19:38 WIB
Coutinho Merana, Coutinho Tersiksa Philippe Coutinho dalam posisi sulit di Barcelona. (REUTERS/Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bila ada susunan daftar pemain sepak bola yang tengah menderita saat ini, maka Philippe Coutinho di Barcelona bakal masuk dalam daftar tersebut.

Coutinho datang ke Barcelona dengan nilai £105 juta. Nilai transfer ini membuat Coutinho jadi pemain termahal ketiga di dunia, di bawah Neymar dan Kylian Mbappe.

Melihat cara Barcelona mendatangkan Coutinho, maka wajar Coutinho merasa dirinya adalah pemain yang istimewa. Di awal musim 2017/2018, Barcelona baru saja kehilangan Neymar yang memaksa pergi ke Paris Saint-Germain.


Blaugrana butuh pembelian fantastis guna meredam kekecewaan suporter akibat kepergian Neymar. Coutinho jadi bidikan sejak awal musim namun mampu diyakinkan bertahan di Anfield hingga musim berjalan.

Setelah sempat diperam oleh Juergen Klopp dengan menit bermain yang terbatas, Coutinho akhirnya dilepas Liverpool pada Januari 2018. Liverpool berusaha menahan Coutinho namun pemain Brasil tersebut sudah membulatkan tekad untuk memulai petualangan di Barcelona. Alhasil, Liverpool rela membiarkan Coutinho pergi dengan transfer dalam jumlah besar.
Philippe Coutinho begitu diinginkan oleh Barcelona di musim lalu. (REUTERS/Albert Gea)
Saat Coutinho datang ke Barcelona musim lalu, tak banyak tantangan untuknya. Ia tak bisa bermain di Liga Champions dan Barcelona sudah dominan di La Liga. Catatan 10 gol dari 22 laga pun terbilang cukup memuaskan untuk kategori pemain yang baru bergabung.

Tantangan besar bagi Coutinho tersaji di musim ini dan ia tidak bisa meresponsnya dengan baik. Ernesto Valverde tidak puas dengan penampilan Coutinho dan hal tersebut terlihat dalam keputusan Valverde di beberapa laga terakhir.

Dalam empat laga terakhir di La Liga, Coutinho hanya sekali tampil sebagai pemain inti, yaitu ketika menghadapi Eibar, Minggu (13/1). Pemilihan Coutinho sebagai pemain inti bisa dikaitkan makin derasnya rumor kepergian Coutinho dari Barcelona.

Sedangkan pada tiga laga sebelumnya, Coutinho hanya tampil sebagai pemain pengganti, bahkan baru turun di 10 menit terakhir pertandingan.

Valverde seolah kebingungan menempatkan Coutinho dalam pola permainan yang ia inginkan. Dalam formasi 4-3-3 Valverde, Coutinho tidak cukup cepat untuk mengimbangi kecepatan Lionel Messi dan Luis Suarez dalam bergerak di lini depan. Valverde lebih puas melihat penampilan Ousmane Dembele di lini depan.

Meski Dembele beberapa kali bermasalah dalam hal kedisiplinan, namun nyatanya Dembele lebih sering dipasang sebagai pemain inti dibandingkan Coutinho, terlebih setelah mantan pemain Inter Milan itu mengalami cedera di bulan November.

Bila Coutinho tidak cukup cepat dipasang sebagai trio lini depan, pemain 26 tahun itu juga tak cukup cakap untuk ditempatkan sebagai trio lini tengah untuk mengisi peran yang ditinggalkan oleh Andres Iniesta. Coutinho dinilai kurang bisa mengimbangi peran Iniesta dengan operan dan visi permainan yang mumpuni. Alhasil, Valverde lebih memilih Arturo Vidal, Arthur, Sergio Busquets, atau Ivan Rakitic.
Philippe Coutinho kalah bersaing dari Ousmane Dembele di lini depan.Philippe Coutinho kalah bersaing dari Ousmane Dembele di lini depan. (REUTERS/Eddie Keogh)

Pulang ke Inggris

Dengan kondisi 'tidak terlalu terpakai' di Barcelona, maka opsi penjualan Coutinho menjadi hal yang logis untuk dilakukan Blaugrana. Harapan Barcelona untuk bisa mendapatkan pemain super star tidak sepenuhnya terwujud dalam diri Coutinho.

Dengan rumor Barcelona ingin membidik kembali Neymar, maka penjualan Coutinho hal yang masuk akal. Terlebih bila ada klub yang mau membeli Coutinho dengan nilai setara atau sedikit di bawah jumlah uang yang dikeluarkan oleh Barcelona saat membeli Coutinho.

Coutinho mungkin tidak akan dilepas oleh Barcelona bila keinginan Ousmane Dembele untuk pergi benar-benar nyata. Namun melihat performa kedua pemain, maka berat bagi Barcelona untuk melepas Dembele yang lebih dibutuhkan tim.
Penjualan Philippe Coutinho ikut membangun Liverpool karena mereka bisa membeli sejumlah pemain seperti Virgil van Dijk.Penjualan Philippe Coutinho ikut membangun Liverpool karena mereka bisa membeli sejumlah pemain seperti Virgil van Dijk. (REUTERS/Phil Noble)
Dengan kondisi saat ini, Coutinho mungkin memikirkan masa-masa ketika dirinya ngotot meninggalkan Liverpool musim lalu. Saat itu Juergen Klopp sudah mengatakan Coutinho adalah bagian penting dalam proyeksi masa depan The Reds namun Coutinho lebih tergiur petualangan bersama Barcelona.

Tanpa Coutinho, Liverpool ternyata terus melanjutkan proyek pembangunan tim. Bahkan bisa dibilang Coutinho punya peran besar di balik terbentuknya Liverpool saat ini karena uang penjualan Coutinho dimanfaatkan untuk membeli pemain lain macam Virgil van Dijk.

Melihat komposisi Liverpool saat ini, plus fakta 'The Reds' sudah belanja besar, sulit bagi Coutinho untuk berharap Liverpool kembali merekrutnya. Apalagi Barcelona juga tentu tak akan mau melepas Coutinho jauh di bawah harga pembelian.

Di luar Liverpool, Manchester United muncul dan disebut sebagai salah satu klub yang punya niat merekrut Coutinho. Jika Coutinho pergi ke Manchester United, maka hubungannya dengan suporter Liverpool akan menjadi buruk.

Terlepas dari berbagai spekulasi, Coutinho jelas harus mencari cara untuk keluar dari situasi buruk ini. Entah di Barcelona atau di klub lainnya, Coutinho harus menunjukkan level permainan yang membuatnya memang layak masuk deretan pemain termahal di dunia. (sry)