Polisi Satgas Anti- afia Bola menangkap tersangka ML yang merupakan Staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI pada Senin (14/1) malam.
"Peran dari tersangka ML alias BM adalah mafia mengatur pertandingan. Artinya gini, saat pertandingan itu dilakukan dia yang mengatur," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Loyalitas Tak Berbalas Lord Atep di Persib |
Pengaturan ini diharapkan untuk mencapai sebuah tujuan. Menurut Argo, ML ini sudah bekerja cukup lama di PSSI.
Polisi kini sedang mengecek kinerja ML di PSSI dan dugaan aliran dana yang mengalir kepada dirinya. ML terlibat satu pertandingan dengan tersangka yang sebelumnya.
Ilustrasi wasit. (Istockphoto/adempercem) |
Sementara itu Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jendral Dedi Prasetyo menyebut penangkapan tersangka ML harus dilakukan secara paksa.
"Satgas sudah melakukan upaya paksa terhadap tersangka, dan sudah dilakukan penangkapan terhadap tersangka ML di Jakarta," ucap Dedi.
Dedi menjelaskan ML sehari-hari bertugas sebagai Staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI. ML ialah pihak yang mengatur dan menjadwalkan wasit mana saja yang akan memimpin tiap pertandingan.
Polisi menjemput paksa koordintor wasit PSSI. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Polisi juga akan menelusuri aliran dana yang kemungkinan para tersangka terima. Selain ML, ada lima tersangka lain yang sudah ditetapkan polisi, mereka adalah YI, CH, DS, P dan MR.'
"Tapi masih belum dilakukan upaya paksa, masih status. Kelimanya ini [jadi tersangka] bermula dari laporan Lasmi [Indaryani, eks Manajer Persibara]," beber Dedi.
Nurul Safarid juga sempat hadir di satu pertemuan yang berisikan banyak pihak. Pertemuan itu membahas terkait rencana membantu kemenangan Persibara atas PS Pasuruan pada pertengahan bulan Oktober 2018 di Hotel Central Banjarnegara.
Di pertemuan itu hadir pula perangkat pertandingan dua asisten wasit, wasit cadangan Chalid Hariyanto, serta pengawas pertandingan. Kini polisi masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut. (ctr/ptr)
Ilustrasi wasit. (Istockphoto/adempercem)
Polisi menjemput paksa koordintor wasit PSSI. (CNN Indonesia/Hesti Rika)