Polisi Sita Bukti Pengaturan Skor PSS vs Madura FC

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 15:12 WIB
Polisi Sita Bukti Pengaturan Skor PSS vs Madura FC Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan Satgas Anti Mafia Bola melakukan penggeledahan di kediaman Hidayat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola Polri menyita sejumlah barang bukti terkait kasus dugaan pengaturan skor dalam pertandingn Liga 2 2018 yang mempertemukan PSS Sleman dan Madura FC dari rumah eks anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Exco PSSI), Hidayat, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (23/1).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya akan menganalisa seluruh barang bukti yang telah disita tersebut kemudian mencocokkan dengan hasil pemeriksaan sejumlah saksi untuk menentukan status Hidayat dalam kasus dugaan pengaturan skor pertandingan PSS Sleman vs Madura FC.
Hidayat sebelumnya dituduh Januar terlibat pengaturan skor di Liga 2. Januar menuding Hidayat menawarkan uang Rp100 juta agar Madura FC mengalah dari PSS Sleman di babak delapan besar musim lalu.

"Kami sudah melakukan penggeledahan di kediaman yang bersangkutan (Hidayat) dalam rangka untuk menemukan barang bukti," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (23/1).

Dedi tidak menjelaskan secara detail barang bukti yang disita penyidik satgas anti mafia bola polri dari rumah Hidayat.


Polisi Sita Bukti Pengaturan Skor PSS vs Madura FCHidayat sudah mundur dari komite eksekutif PSSI pasca dituduh terlibat pengaturan skor. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Dia menegaskan, status Hidayat dalam kasus dugaan pengaturan skor pertandingan PSS Sleman vs Madura FC masih terlapor atas dasar laporan Manajer Madura FC Januar Herwanto hingga saat ini. Namun begitu, Satgas Anti-Mafia Bola Polri telah meningkatkan status kasus ini dari tingkat penyelidikan ke penyidikan pada beberapa waktu lalu.

Dedi berkata, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan status Hidayat menjadi tersangka. Namun peningkatan status itu baru dapat dilakukan bila penyidik telah menemukan dua alat bukti yang cukup.

Polisi Sita Bukti Pengaturan Skor PSS vs Madura FCPSS Sleman bertemu Madura FC dalam laga Liga 2 2018. (Screenshot via instagram (@madura.fc_official))
"Kalau sudah cukup lengkap, dua alat bukti cukup, baru nanti akan ditingkatkan statusnya dari terlapor menjadi tersangka," ucap jenderal bintang satu itu.

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono masih enggan berkomentar terkait penggeledahan rumah Hidayat, termasuk keterlibatan mantan wakil ketua Pengda PSSI Surabaya tersebut.

"Saya belum tahu soal itu (penggeledahan rumah Hidayat). Belum monitor. Saya belum bisa komentar soal itu, sementara ini belum dapat informasi, nanti saya update lagi ya," kata Argo, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (23/1).

Kendati demikian, Argo mengatakan, Satgas Anti Mafia Bola bakal memeriksa Vigit Waluyo yang merupakan salah satu tersangka kasus pengaturan skor pada Kamis (24/1).

"Besok kita akan memeriksa Vigit, di Lapas Sidoarjo, yang memimpin pemeriksaan Wakil Ketua Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti," katanya. (mts/nva)