Geledah Kantor PSSI, Polisi Cari Dokumen Anggaran

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 12:47 WIB
Geledah Kantor PSSI, Polisi Cari Dokumen Anggaran Penggeledahan Kantor PSSI oleh Satgas Anti Mafia Bola. (Dok. Divisi Humas Polri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri mencari dokumen anggaran PSSI dalam dua tahun terakhir saat menggeledah kantor induk sepak bola Indonesia tersebut di Lantai 14 FX Sudirman, Jakarta, Kamis (30/1).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Argo Yuwono mengatakan Satgas Anti Mafia Bola hari ini melakukan penggeledahan dua kantor PSSI, di FX Sudirman dan di Kemang.

Argo mengatakan pihak Satgas Anti Mafia Bola mencari sejumlah dokumen PSSI, termasuk dokumen anggaran 2017 dan 2018.


"Untuk yang di FX ini penggeledahan dipimpin Direskrimum dan di Kemang oleh Wadireskrimum. Tadi berangkat jam 10.00 dan kemudian pelaksanaan dimulai pukul 10.30 hingga saat ini masih berlangsung pencarian," kata Argo di FX.

Suasana penggeledahan Kantor PSSI oleh Satgas Anti Mafia Bola.Suasana penggeledahan Kantor PSSI oleh Satgas Anti Mafia Bola. (Dok. Divisi Humas Polri)
"Terutama tentang dokumen-dokumen yang berkaitan dengan persepakbolaan dan anggaran 2017 dan 2018. Saat ini masih berlangsung dan kita tunggu saja [hasilnya]," sambung Argo.

Suasana penggeledahan kantor PSSI sendiri berlangsung dengan mencekam. Demikian yang disampaikan sumber dari dalam PSSI yang tidak ingin disebut namanya kepada CNNIndonesia.com.

"Saya baru sampai kantor, isinya Satgas semua. [Kantor PSSI di lantai 14 FX] ramai satgas semua sih. Suasananya mencekam," ujar sang sumber.

Sumber CNNIndonesia.com mengatakan jumlah anggota Satgas yang menggeledah kantor PSSI lebih dari sepuluh personel. Sebagian karyawan PSSI pun untuk sementara harus menghentikan pekerjaannya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan penggeledahan kantor PSSI dilakukan berdasarkan pengembangan laporan mantan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. (map/ptr)