Pertandingan persahabatan tersebut merupakan yang pertama dari dua agenda yang dijadwalkan sebelum Witan Sulaeman dan kawan-kawan bertolak ke Kamboja untuk berjuang di Piala AFF yang dimulai pada 17-22 Februari.
Bhayangkara FC jadi lawan perdana bagi Timnas Indonesia U-22 sejak memulai seleksi dan persiapan awal pada 7 Januari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang paling disorot adalah dua gol tuan rumah Bhayangkara FC ke gawang kiper Muhammad Riyandi di babak kedua. Kedua gol itu terjadi melalui proses yang sama, tendangan dari luar kotak penalti. Terlebih lagi, dua gol itu merupakan penyeimbang setelah Timnas Indonesia U-22 unggul 2-0.
Hanya saja, 10 menit setelah gol Zola, Bhayangkara FC mencetak gol balasan lewat kaki Ilham Udin Armaiyn. Tendangan spekulasi kaki kanan Ilham dari luar kotak penalti ke arah sudut kanan atas tidak bisa dijangkau Riyandi setelah sempat membentur Nurhidayat.
Timnas Indonesia U-22 unggul lebih dulu lewat gol Andy Setyo dan Gian Zola. (Dok. Bhayangkara FC) |
Bagas Adi gagal mengontrol bola lambung itu. Bola liar juga tidak bisa disapu bersih dengan baik oleh pemain Timnas Indonesia U-22 lainnya. Pemain Bhayangkara FC yang mendapat bola tersebut langsung mengopernya kepada Mahir.
Dengan sekali kontrol dan tanpa pengawalan ketat pemain Timnas Indonesia U-22 Mahir melepaskan tendangan kaki kiri yang kembali bersarang di sudut kanan atas gawang Riyandi.
Usai unggul 1-0 Timnas Indonesia U-22 mengganti Rachmat Irianto dengan Nurhidayat. Setelah menjauh dengan skor 2-0 giliran Andy Setyo yang digantikan Bagas Adi.
Hanya saja, tidak lama setelah keunggulan 2-0 itu Ilham Udin memperkecil kedudukan. Gol Mahir di menit-menit akhir laga menggagalkan kemenangan Timnas Indonesia U-22 yang sudah di depan mata.
Bhayangkara FC tampil dengan kekuatan terbaik melawan Timnas Indonesia U-22. (Dok. Bhayangkara FC) |
Timnas Indonesia U-22 juga beberapa kali terlalu mudah kehilangan bola. Kombinasi bola-bola panjang pun mudah dipatahkan lawan.
Akan tetapi, mengingat lawan Bhayangkara FC merupakan uji coba pertama sejak tim ini terbentuk, segala minus dalam laga tersebut tampaknya masih bisa dimaklumi. Sekalipun sebagian besar skuat Timnas Indonesia U-22 ini merupakan 'bawaan' Indra Sjafri dari Timnas Indonesia U-19.
Timnas Indonesia U-22 masih menyisakan satu uji coba lagi saat menghadapi Arema FC, Minggu (10/2). Dua laga uji coba itu akan menjadi tolok ukur untuk menentukan kerangka skuat Garuda Muda sebelum berlaga di Piala AFF U-22 2019. (sry/jun)
Timnas Indonesia U-22 unggul lebih dulu lewat gol Andy Setyo dan Gian Zola. (Dok. Bhayangkara FC)
Bhayangkara FC tampil dengan kekuatan terbaik melawan Timnas Indonesia U-22. (Dok. Bhayangkara FC)