ANALISIS

Lubang Besar di Pertahanan Timnas Indonesia U-22

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 20:18 WIB
Lubang Besar di Pertahanan Timnas Indonesia U-22 Keroposnya lini belakang membuat Timnas Indonesia U-22 gagal menang atas Bhayangkara FC. (Dok. Bhayangkara FC)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia U-22 kehilangan kesempatan memenangi pertandingan usai bermain imbang 2-2 dengan Bhayangkara FC karena rapuhnya lini pertahanan dalam laga uji coba jelang Piala AFF U-22 2019 di Stadion Patriot, Rabu (6/2).

Pertandingan persahabatan tersebut merupakan yang pertama dari dua agenda yang dijadwalkan sebelum Witan Sulaeman dan kawan-kawan bertolak ke Kamboja untuk berjuang di Piala AFF yang dimulai pada 17-22 Februari.

Bhayangkara FC jadi lawan perdana bagi Timnas Indonesia U-22 sejak memulai seleksi dan persiapan awal pada 7 Januari.


Karena itu juga performa Timnas Indonesia U-22 seperti sedikit canggung di lapangan ketika meladeni pemain Bhayangkara FC yang lebih senior.

Salah satu yang paling disorot adalah dua gol tuan rumah Bhayangkara FC ke gawang kiper Muhammad Riyandi di babak kedua. Kedua gol itu terjadi melalui proses yang sama, tendangan dari luar kotak penalti. Terlebih lagi, dua gol itu merupakan penyeimbang setelah Timnas Indonesia U-22 unggul 2-0.

Timnas Indonesia U-22 membuka keunggulan pada menit ke-61 melalui Andy Setyo. Gian Zola memperbesar keunggulan Timnas Indonesia di menit ke-66 lewat tendangan penalti.

Hanya saja, 10 menit setelah gol Zola, Bhayangkara FC mencetak gol balasan lewat kaki Ilham Udin Armaiyn. Tendangan spekulasi kaki kanan Ilham dari luar kotak penalti ke arah sudut kanan atas tidak bisa dijangkau Riyandi setelah sempat membentur Nurhidayat.

Timnas Indonesia U-22 unggul lebih dulu lewat gol Andy Setyo dan Gian Zola.Timnas Indonesia U-22 unggul lebih dulu lewat gol Andy Setyo dan Gian Zola. (Dok. Bhayangkara FC)
Gol kedua The Guardian yang merupakan penyama kedudukan juga lahir dari proses yang sama. Hanya saja, gol Mahir Radja di menit ke-83 itu berawal dari kesalahan Bagas Adi dalam mengantisipasi bola lambung tim lawan.

Bagas Adi gagal mengontrol bola lambung itu. Bola liar juga tidak bisa disapu bersih dengan baik oleh pemain Timnas Indonesia U-22 lainnya. Pemain Bhayangkara FC yang mendapat bola tersebut langsung mengopernya kepada Mahir.

Dengan sekali kontrol dan tanpa pengawalan ketat pemain Timnas Indonesia U-22 Mahir melepaskan tendangan kaki kiri yang kembali bersarang di sudut kanan atas gawang Riyandi.

Menariknya, gol-gol balasan Bhayangkara FC terjadi setelah Indra Sjafri melakukan pergantian di lini belakang pada babak kedua.

Usai unggul 1-0 Timnas Indonesia U-22 mengganti Rachmat Irianto dengan Nurhidayat. Setelah menjauh dengan skor 2-0 giliran Andy Setyo yang digantikan Bagas Adi.

Hanya saja, tidak lama setelah keunggulan 2-0 itu Ilham Udin memperkecil kedudukan. Gol Mahir di menit-menit akhir laga menggagalkan kemenangan Timnas Indonesia U-22 yang sudah di depan mata.

Bhayangkara FC tampil dengan kekuatan terbaik melawan Timnas Indonesia U-22.Bhayangkara FC tampil dengan kekuatan terbaik melawan Timnas Indonesia U-22. (Dok. Bhayangkara FC)
Selain lubang besar di lini belakang karena ketimpangan kualitas pemain, permainan Timnas Indonesia U-22 sepanjang pertandingan juga belum sepenuhnya meyakinkan. Skema permainan Awan Setho dan kawan-kawan seperti tidak berpola.

Timnas Indonesia U-22 juga beberapa kali terlalu mudah kehilangan bola. Kombinasi bola-bola panjang pun mudah dipatahkan lawan.

Akan tetapi, mengingat lawan Bhayangkara FC merupakan uji coba pertama sejak tim ini terbentuk, segala minus dalam laga tersebut tampaknya masih bisa dimaklumi. Sekalipun sebagian besar skuat Timnas Indonesia U-22 ini merupakan 'bawaan' Indra Sjafri dari Timnas Indonesia U-19.

Ditambah lagi, lawan yang dihadapi adalah Bhayangkara FC yang finis sebagai peringkat ketiga Liga 1 2018 dan juara Liga 1 2017. Tim asuhan Angel Alfredo Vera juga tampil dengan kekuatan terbaik seperti: Ilham Udin, M Hargianto, Herman Dzumafo ditambah dua pemain asing Anderson Salles dan Lee Yujun.

Timnas Indonesia U-22 masih menyisakan satu uji coba lagi saat menghadapi Arema FC, Minggu (10/2). Dua laga uji coba itu akan menjadi tolok ukur untuk menentukan kerangka skuat Garuda Muda sebelum berlaga di Piala AFF U-22 2019. (sry/jun)