Morbidelli dan Bagnaia, Dua Sisi Mata Uang untuk Rossi

CNN Indonesia | Sabtu, 16/02/2019 15:17 WIB
Morbidelli dan Bagnaia, Dua Sisi Mata Uang untuk Rossi Valentino Rossi akan menghadapi tantangan baru pada MotoGP 2019. (Mohd RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- MotoGP 2019 menjadi sebuah tonggak baru bagi karier Valentino Rossi yang akan bertemu sekaligus bersaing dengan dua pebalap yang pernah menjadi muridnya, Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia.

Rossi akan menjalani musim ke-20 pada balap motor kelas premium pada tahun ini bersama Morbidelli dan Bagnaia, dua pebalap asal Italia yang pernah mendapat polesan dari Rossi di VR46 Riders Academy.

Akademi yang didirikan Rossi pada 2014 bukan sekadar proyek asal-asalan karena telah menuai bibit-bibit pebalap bertalenta. Keinginan Rossi menegaskan kembali kejayaan pebalap-pebalap Italia sekaligus mengakhiri dominasi rider Spanyol seolah terwujud dalam waktu singkat karena penampilan alumnus-alumnus akademi VR46.


Morbidelli menjadi murid pertama The Doctor yang mendapat sorotan setelah meraih gelar juara Moto2 pada 2017 dan sudah berkompetisi secara penuh di MotoGP pada tahun lalu.

Pebalap 24 tahun itu pun mengantongi 50 poin dan menempati peringkat ke-15. Dengan catatan tersebut, Morbidelli pun ditahbiskan sebagai rookie atau pendatang baru tersukses mengungguli empat pendatang baru lainnya.
Morbidelli dan Bagnaia, Dua Sisi Mata Uang untuk Rossi oi oi!Franco Morbidelli menunggangi motor Yamaha YZR-M1 pada musim balap 2019. (Mohd RASFAN / AFP)
Pada musim lalu, Morbidelli hanya gagal meraih poin dalam lima balapan dari 19 seri yang berlangsung. Pebalap yang musim lalu membela tim EG 0,0 Marc VDS finis terbaik di peringkat kedelapan ketika menyelesaikan MotoGP Australia yang berlangsung Oktober.

Tongkat gelar juara di kelas Moto2 seperti diserahkan dari Morbidelli ke Bagnaia yang menjadi juara pada 2018. Bagnaia berhasil menaklukkan pebalap-pebalap yang setahun sebelumnya kalah bersaing dengan Morbidelli.

Menghadapi dua mantan anak didiknya, Rossi pun sempat menyatakan senang sekaligus khawatir.

"Ketika kami mengawali proyek akademi bersama Pecco dan Franco, kami tidak membayangkan masalah seperti ini, kami tidak menyangka pebalap kami akan bersaing dengan saya," kata Rossi dikutip dari Motorsport.

"Di satu sisi kami kami khawatir, saya sangat khawatir. Dari sisi lain kami sangat senang karena kami bekerja dengan baik di akademi. Kami membantu pebalap yang mungkin akan mengalahkan kami. Tapi kami tidak bisa kembali, seperti itulah situasinya," sambung pebalap tim Monster Yamaha itu usai menjalani sesi tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Morbidelli dan Bagnaia, Dua Sisi Mata Uang untuk Rossi oi oi! Pecco Bagnaia mendapat pelukan dari Valentino Rossi setelah menjadi juara dunia Moto2. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Pada hari ketiga dalam sesi tersebut, catatan waktu Rossi berada di bawah dua juniornya. Rossi pun memberi apresiasi kepada Bagnaia yang akan menjalani musim perdana dalam ajang balap motor paling bergengsi di dunia.

Sementara Rossi mengantisipasi keberadaan Bagnaia, Morbidelli pun hadir dengan ancaman baru. Setelah musim lalu menunggangi motor Honda RC213V, musim ini Morbidelli akan mengendarai motor Yamaha YZR-M1 yang juga digunakan Rossi.

Dengan motor yang sama, Morbidelli memiliki keinginan mengalahkan Rossi. Hal yang hanya terjadi pada satu seri pada musim lalu, tepatnya di seri Argentina.

Selain mengendarai motor yang sama, bekal lain bagi Morbidelli untuk beradu kebut dengan Rossi adalah pengalaman yang sudah didapat selama satu musim.

Dua alumni akademi VR46 bisa menjadi dua mata koin bagi Rossi. Di satu sisi, ada motivasi yang muncul seiring keberadaan dua pebalap buah didikannya. Sementara beban juga bisa berada di pundak sang veteran karena ia harus bersaing tak hanya dengan Marc Marquez, Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, dan Maverick Vinales, tapi juga harus menunjukkan kelaikan sebagai seorang guru di hadapan para murid. (nva/har)