Menteri Saudi Bantah Isu Pangeran Salman Akan Beli Man United

CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 09:26 WIB
Menteri Saudi Bantah Isu Pangeran Salman Akan Beli Man United Manchester United saat ini berada di peringkat keempat klasemen Liga Primer Inggris. (REUTERS/Eddie Keogh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Media Arab Saudi Turki Abdullah Al-Shabanah membantah rumor Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman akan membeli raksasa Liga Primer Inggris, Manchester United.

Sebelumnya Pangeran Salman diklaim telah mempersiapkan dana sebesar £3,8 miliar atau sekitar Rp69,3 triliun untuk menguasai saham mayoritas klub berjuluk Setan Merah itu yang kini masih menjadi milik keluarkan Glazer.

Putra Mahkota Saudi itu disebut sudah memberikan penawaran pertamanya pada Oktober 2018. Hanya saja, persoalan diplomatik terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi membuat Pangeran Salman menunda melanjutkan proses tersebut.


Penawaran £3,8 miliar dari Pangeran Salman itu akan memberikan keuntungan £2,2 miliar kepada keluarga Glazer. Pasalnya, keluarga pebisnis asal Amerika Serikat itu hanya mengeluarkan £790 juta saat menguasai saham Man United pada 2007 silam.

Akan tetapi dikutip dari Sportskeeda, Menteri Al-Shabanah membantah rumor media-media di Eropa yang menyebutkan Pangeran Salman akan membeli Man United.

Pangeran Salman ramai diberitakan akan membeli Man United.Pangeran Salman ramai diberitakan akan membeli Man United. (Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS)

"Berita yang menyebut Pangeran Mohammed bin Salman ingin mengakuisisi Manchester United adalah berita yang sepenuhnya tidak benar," ujar Al-Shabanah melalui aku Twitter miliknya.

Menurut Al-Shabanah, pertemuan antara Pangeran Salman dengan pihak Man United bukan untuk membahyas pembelian klub, melainkan hanya sebatas pensponsoran.

"Faktanya adalah bahwa klub mengadakan pertemuan dengan dana investasi publik untuk membahas proyek sponsor iklan," ucap Al-Shabanah.

Pada Oktober 2017 Man United mencapat kesepakatan strategi dengan General Sport Authority, atau pihak berwenang dalam hal olahraga di Arab Saudi. The Red Devils juga memiliki kerja sama dengan Saudi Telecom. (sry/sry)