Timnas Indonesia U-22 menjalani laga terakhir Grup B melawan tim tuan rumah di Stadion Olimpiade pada Jumat (22/2). Dalam dua pertandingan sebelumnya, skuat asuhan Indra Sjafri bermain imbang lawan Myanmar (1-1) dan Malaysia (2-2).
Menurut Supriyono penampilan lini serang Timnas Indonesia U-22 dalam dua laga itu belum meyakinkan dan belum bisa memberikan harapan. Ia menilai skuat Merah Putih belum bisa berbicara banyak tanpa gelandang Lechia Gdansk Egy Maulana Vikri dan gelandang Pahang FA Saddil Ramdani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maksudnya begini, jangan terlalu bergantung pada Egy dan Saddil. Minimal tanpa mereka berdua [Timnas Indonesia U-22] harus punya rencana lain. Kontribusi lini depan di uji coba juga belum bagus," ujar Supriyono kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (21/2) malam.
Timnas Indonesia U-22 bisa jadi akan diuntungkan dengan posisi Kamboja yang menjadi pemuncak klasemen sementara dengan torehan enam poin.
Rotasi Timnas Indonesia U-22 saat melawan Kamboja harus tepat. (Dok. PSSI) |
"Kalau membandingkan pertandingan pertama dan kedua, sebetulnya Timnas Indonesia U-22 ada kemajuan. Tapi harus diperhatikan antisipasi bola-bola set piece," kata Supriyono.
Selain bola mati, Supriyono menyampaikan pelatih kepala Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri harus dapat merotasi pemain secara yang tepat.
"Kalau menurut saya, rotasi pemain itu untuk memperbaiki performa dan menjalankan taktik. Kemarin kan sepertinya Awan Setho dari sisi pengalaman lebih unggul dari Satria Tama tapi malah terkena rotasi," ucapnya menambahkan. (map/nva)
Rotasi Timnas Indonesia U-22 saat melawan Kamboja harus tepat. (Dok. PSSI)