Rivalitas Lorenzo: Rossi, Dovizioso, Hingga Marquez

CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 10:54 WIB
Rivalitas Lorenzo: Rossi, Dovizioso, Hingga Marquez Jorge Lorenzo akan bersaing dengan Marc Marquez dengan tunggangan yang sama. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jorge Lorenzo tidak asing dengan rivalitas melawan rekan setim di MotoGP. Lorenzo bisa dibilang sebagai pebalap paling berpengalaman dalam hal tersebut.

Lorenzo datang ke MotoGP pada tahun 2008 dengan status juara dunia 250cc. Status juara dunia itu membuat Yamaha tertarik untuk merekrutnya. Gabung ke Yamaha, Lorenzo berada satu tim dengan pebalap terhebat di dekade 2000-an, Valentino Rossi.

Di musim perdana, Lorenzo mencuri perhatian dengan langsung finis di posisi empat pada akhir musim. Lorenzo bisa memaksimalkan kesempatan belajar dari Rossi yang ada dalam tim yang sama.


Pada musim kedua, Lorenzo bisa jadi pesaing utama Rossi dalam perburuan gelar juara dunia. Lorenzo hanya tertinggal 45 poin dari Rossi di akhir musim.

Jorge Lorenzo langsung berada satu tim dengan Valentino Rossi saat naik kelas ke MotoGP.Jorge Lorenzo langsung berada satu tim dengan Valentino Rossi saat naik kelas ke MotoGP. (AFP PHOTO / SAEED KHAN)
Kejutan Lorenzo akhirnya hadir di musim 2010. Ia berhasil jadi juara dunia di usianya yang menginjak 23 tahun. Lorenzo lalu didaulat sebagai calon pebalap yang bakal mendominasi MotoGP.

Rossi sendiri sejak pertengahan musim sudah memutuskan bakal hijrah ke Ducati. Namun saat itu ia tidak menyebut Lorenzo sebagai faktor yang menyebabkannya hengkang, melainkan karena Rossi mengaku butuh tantangan baru di dunia MotoGP.

Rivalitas Lorenzo dan Rossi sangat terasa di fase kedua Rossi berada di Yamaha, yaitu sejak musim 2013. Lorenzo yang saat itu sudah mengantongi dua gelar juara dunia MotoGP telah menjelma jadi bintang MotoGP sejajar dengan Rossi.

Puncak persaingan Rossi dan Lorenzo ada di MotoGP 2015. Rossi berkali-kali terlibat perang kata dengan Lorenzo. Rossi menuding Lorenzo mendapat bantuan dari Marquez untuk jadi juara dunia.

"Saya melakukan apa yang saya bisa namun ada situasi aneh karena melihat Marquez sebagai bodyguard Lorenzo. Itu memalukan untuk olahraga," ucap Rossi yang kecewa melihat Lorenzo keluar sebagai juara dunia di seri terakhir pada MotoGP Valencia.

Lorenzo sendiri saat itu tidak ambil pusing dengan komentar Rossi terkait bantuan dari Marquez dan juga pebalap Spanyol lainnya.
Rivalitas Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi makin terasa di paruh kedua duet tersebut di Yamaha.Rivalitas Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi makin terasa di paruh kedua duet tersebut di Yamaha. (AFP PHOTO / JEAN-FRANCOIS MONIER)
"Fakta bahwa mereka tahu tujuan saya [jadi juara dunia] dan mereka juga pebalap Spanyol, tentu membantu saya. Namun di seri lain, mereka tentu akan melakukan segalanya untuk menyusul saya."

"Kami sesama pebalap Spanyol dan titel juara dunia tetap di Spanyol. Jika hal itu terjadi di antara pebalap Italia, yaitu ketika ada dua pebalap Italia di belakang Rossi, maka hal yang sama akan terjadi," tutur Lorenzo.

Hubungan Rossi dan Lorenzo tak membaik setelah itu dan akhirnya Lorenzo memutuskan menerima pinangan Ducati untuk MotoGP 2017.

Lorenzo Lawan Dovizioso di Ducati

Kepindahan Lorenzo ke Ducati sudah menghadirkan banyak kontra. Sebagai pabrikan asal Italia, langkah Lorenzo bergabung ke Ducati tentu butuh keberanian besar mengingat hubungan Lorenzo dengan Rossi sebelumnya tidak bagus.

Lorenzo datang ke Ducati dengan label sebagai pebalap dengan bayaran termahal. Di Ducati, Lorenzo bakal jadi pebalap utama, sesuatu yang sudah lama tak didapatkannya.

Namun ternyata, adaptasi Lorenzo dengan Ducati sangat lamban. Lorenzo tidak tahu cara menarik keluar potensi maksimal dari motor Desmosedici.

Suasana di Ducati kemudian terasa panas karena Andrea Dovizioso justru mampu tampil gemilang bersama Ducati. Di musim 2017, Dovizioso jadi runner up di bawah Marc Marquez. Sementara itu Lorenzo terpuruk di posisi ketujuh.

Dovizioso yang merasa di atas angin lalu sering bersuara untuk menyindir Lorenzo yang kesulitan di musim perdana bersama Ducati.

Masuk ke musim kedua, penampilan Lorenzo membaik, namun hal itu justru makin memanaskan suasana persaingan antara dirinya dengan Dovizioso.

Ducati mulai menyisihkan Lorenzo dan tak mau membicarakan rencana perpanjangan kontrak dengan sang pebalap Spanyol tersebut. Ducati fokus pada Dovizioso yang dinilai punya kesempatan terbaik untuk memaksimalkan performa Ducati.

Lorenzo akhirnya putus kontrak dengan Ducati dan pindah ke Honda di pertengahan musim 2018. Setelah putus kontrak, Lorenzo malah tampil beringas bersama Desmosedici. Hal ini yang makin membuat pertikaian di antara mereka berdua bergelora.
Jorge Lorenzo juga terlibat perselisihan dengan Andrea Dovizioso.Jorge Lorenzo juga terlibat perselisihan dengan Andrea Dovizioso. (Foto: MOHD RASFAN / AFP)

Insiden tabrakan Dovizioso dan Lorenzo [yang juga melibatkan Dani Pedrosa] di Jerez, Spanyol juga jadi salah satu sebab perselisihan.

"Ini adalah kombinasi kesalahan [Lorenzo dan Pedrosa]. Tentu saja Pedrosa dan Jorge melakukan kesalahan. Jorge Lorenzo tidak melihat ke belakang dan tak peduli dengan pebalap yang ada di belakangnya."

"Dani ada di belakang dan bisa mengelola situasi dengan baik. Namun ia melibas tikungan dengan lebih cepat dan mengakibatkan kecelakaan. Tentu saja dia membuat kesalahan," ujar Dovizioso.

Dovizioso juga sempat mengejek Lorenzo yang tengah di atas angin setelah memenangi dua seri MotoGP.

"Dia memenangkan dua seri. Namun memenangkan dua seri tidak memecahkan masalah selama 1,5 tahun. Lorenzo tidak dikontrak dengan tujuan hanya memenangkan dua seri," ucap Dovizioso.

Lorenzo lalu membalas kritikan Dovizioso yang mengarah pada dirinya.

"Saya sedikit terusik dengan situasi saat ini, karena ketika saya mengalami masalah dan dia menjadi pemenang, saya tetap memberikan tepuk tangan untuknya."

"Dia [Dovizioso] berusaha untuk mengecilkan apa yang saya raih atau hanya sekadar menyerang saya. Seperti yang kalian lihat, saya tidak bohong," kata Lorenzo.

Ketika Lorenzo absen di sejumlah seri lantaran cedera di akhir musim, Dovizioso dan Lorenzo kembali terlibat perang komentar. Ducati bahkan sampai harus turun tangan untuk mendamaikan keduanya.

Tantangan Besar Satu Tim dengan Marquez

Jorge Lorenzo layak berterima kasih pada Marc Marquez di pertengahan musim 2018. Saat itu Lorenzo seolah tak memiliki masa depan yang pasti. Ia tak dilirik oleh Ducati untuk perpanjangan kontrak dan kembali ke Yamaha jelas tak mungkin terjadi karena Valentino Rossi baru saja memperpanjang kontrak dan ada Maverick Vinales.

Lorenzo sempat dikaitkan dengan Suzuki, namun kemudian ia berusaha menelepon Honda dan menanyakan kemungkinan bergabung. Berkah bagi Lorenzo, Repsol Honda telah menyudahi kerja sama dengan Dani Pedrosa. Honda lalu menerima Lorenzo bergabung.

Penerimaan Honda tentu saja berkat izin Marquez. Pada awalnya, Marquez diyakini tak akan menerima Lorenzo jadi rekan satu tim lantaran potensi besar Lorenzo sebagai calon juara dunia. Namun Marquez malah menganggap kedatangan Lorenzo sebagai tantangan baru yang harus ia taklukkan.

Duet Marc Marquez dan Jorge Lorenzo jadi duet paling dinanti di MotoGP 2019.Duet Marc Marquez dan Jorge Lorenzo jadi duet paling dinanti di MotoGP 2019. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)
Saat berduet dengan Rossi, Lorenzo adalah pebalap yang lebih muda. Sedangkan bersama Dovizioso, Lorenzo adalah pebalap dari generasi yang sama. Untuk kali ini, Lorenzo akan berduet dengan pebalap lebih muda, namun memiliki prestasi yang lebih menonjol dari dirinya.

Mengingat talenta yang dimiliki Lorenzo, gelar juara dunia MotoGP 2019 tentu saja jadi hal yang dibidik olehnya. Tujuan yang sama itu yang akan jadi potensi yang membuat panas suasana garasi Repsol Honda. Namun rivalitas Lorenzo-Marquez ini adalah salah satu alasan yang membuat MotoGP 2019 sangat layak dinanti. (ptr/har)