Eks Wasit Klaim Penalti Man United Berkat Instruksi Baru UEFA

CNN Indonesia | Kamis, 07/03/2019 09:31 WIB
Eks Wasit Klaim Penalti Man United Berkat Instruksi Baru UEFA Marcus Rashford menjadi penentu lolos Manchester United lewat penalti di pengujung babak kedua. (Reuters/John Sibley)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan wasit Inggris Mark Clattenburg mengklaim Manchester United bisa mendapat hadiah penalti saat melawan Paris Saint-Germain pada leg kedua 16 besar Liga Champions, Kamis (7/3) dini hari WIB, berkat instruksi terbaru UEFA.

Man United secara dramatis lolos ke babak perempat final Liga Champions lewat kemenangan 3-1 atas PSG. The Red Devils unggul produktivitas gol tandang setelah agregat dua pertandingan melawan PSG imbang 3-3.

Penalti Marcus Rashford saat injury time babak kedua menjadi penentu langkah Man United. Wasit Damir Skomina memberi Man United penalti setelah bola hasil tendangan Diogo Dalot mengenai tangan Presnel Kimpembe.


Clattenburg dalam tulisan di Daily Mail menganggap Man United bisa mendapat penalti karena ada instruksi terbaru dari Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk wasit. Instruksi itu diberikan UEFA setelah insiden penalti Schalke 04 vs Manchester City di leg pertama 16 besar Liga Champions, bulan lalu.

Wasit Damir Skomina saat memberi Man United penalti saat melawan PSG.Wasit Damir Skomina saat memberi Man United penalti saat melawan PSG. (Reuters/John Sibley)
"Wasit Damir Skomina menerapkan peraturan karena UEFA ingin wasit memberi penalti seperti yang didapat Manchester United di Paris. PSG pasti marah, dan saya mengerti kenapa. Bagi saya pribadi ini bukan penalti karena Presnel Kimpembe tidak sengaja menyentuhnya dengan tangan," tulis Clattenburg.

"Ini tidak akan pernah penalti di Liga Primer Inggris, tapi ini diberikan di Liga Champions karena instruksi terbaru UEFA kepada wasit, yang diberikan setelah Manchester City kebobolan penalti yang hampir sama ketika melawan Schalke bulan lalu," sambung Clattenburg.

Marcus Rashford merayakan gol penalti ke gawang PSG.Marcus Rashford merayakan gol penalti ke gawang PSG. (Reuters/John Sibley)
UEFA, lanjut Clattenburg, menginginkan wasit untuk menghukum sebuah handball ketika posisi tangan tidak rapat dengan badan dan dalam posisi non-natural.

"Ofisial menunjukkan konsistensi. Tapi dia [Skomina] sudah melihat tayangan ulang, dan ketika berbicara soal handball, selalu terlihat lebih buruk saat tayangan lambat. Saya pribadi lebih memilih melihat klaim handball dalam kejadian real-time," tulis Clattenburg.

"Insiden itu bukan penalti, karena sang pemain [Kimpembe] membalikkan badan dan berusaha menarik tangan dari bola," tutup wasit yang memimpin final Liga Champions 2016 dan final Piala Eropa 2016. (har/har)