Setelah Kevin/Marcus tumbang, Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian berhasil membuktikan bahwa nomor ganda putra masih bisa diharapkan untuk meraih gelar juara. Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian sama-sama lolos ke semifinal serta berpeluang menciptakan All Indonesian Final.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahsan/Hendra menunjukkan mereka sudah menemukan cara untuk mengatasi kelemahan terbesar mereka, yaitu faktor usia. Ahsan/Hendra juga sukses mengeksplorasi kekuatan terbesar mereka, yaitu jam terbang yang jauh lebih tinggi dibandingkan ganda lain plus kekuatan mental dalam laga-laga krusial.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil jadi juara All England. (Oli SCARFF / AFP) |
Fajar/Rian memang berhasil lolos ke semifinal All England, namun hal itu menyimpan penyesalan besar dalam diri mereka.
Saat menghadapi Aaron/Soh di semifinal, Fajar/Rian lebih dominan dan menguasai keadaan. Fajar/Rian ada di atas angin untuk memenangkan pertandingan.
Sisi baiknya, Fajar/Rian berhasil menjadikan kekalahan menyakitkan di All England sebagai motivasi. Dengan kondisi kecewa karena gagal lolos ke final All England di saat kesempatan terbuka lebar, Fajar/Rian berhasil tampil impresif dan menyudahi turnamen Swiss Terbuka dengan gelar juara.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto punya potensi untuk terus tampil melejit,(Reuters/Andrew Boyers) |
Rian punya kekuatan smes yang meyakinkan dari belakang. Rian juga punya kemampuan untuk melakukan smes beruntun dengan sama baiknya.
Sementara itu Fajar memiliki penempatan shuttlecock yang baik. Ia bisa menguasai keadaan dan mengirimkan shuttlecock ke arah yang tak bisa dikuasai lawan.
Salah satu yang utama adalah masalah servis di fase krusial. Servis yang gagal menyebrang atau fault menjadi kerugian besar Fajar/Rian, terutama di saat krusial seperti semifinal All England. Selain itu, Fajar/Rian patut memperkuat defense mereka meski senjata utama Fajar/Rian adalah menyerang.
Dengan persaingan ketat menghadapi Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra dalam perburuan tiket menuju Olimpiade, maka Fajar/Rian bakal didorong untuk terus meningkatkan kualitas.
Dua Pekan Mengecewakan untuk Jonatan dan Ginting
Jika nomor ganda putra berhasil menunjukkan bahwa mereka punya banyak wakil yang bisa diandalkan, maka tidak demikian dengan nomor tunggal putra.
All England 2019 jelas jadi turnamen tempat Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting bisa melejit dan membuktikan diri mereka layak segera masuk jajaran pebulutangkis papan atas.
Namun di All England, Ginting yang berstatus sebagai unggulan kedelapan malah kalah di babak pertama saat menghadapi Ng Ka Long Angus. Sementara itu Jonatan Christie tidak sanggup mengalahkan Kidambi Srikanth di babak kedua.
Anthony Ginting gagal di babak pertama All England. (Dok. Humas PBSI) |
Anthony berhasil melaju ke semifinal, namun insiden terkilir di awal laga membatasi penampilannya ketika bertarung melawan Shi Yuqi. Alhasil, Ginting harus menelan kekalahan keenam dari lawan tersebut.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil jadi juara All England. (Oli SCARFF / AFP)
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto punya potensi untuk terus tampil melejit,(Reuters/Andrew Boyers)
Anthony Ginting gagal di babak pertama All England. (Dok. Humas PBSI)