Arsenal menang atas Napoli 2-0 pada pertemuan pertama di Stadion Emirates, London, pekan lalu. Arsenal menang laga berkat gol Aaron Ramsey dan gol bunuh diri Kalidou Koulibaly.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dominasi serupa akan sulit ditampilkan Arsenal saat bermain di markas Napoli. Selain tekanan yang akan diberikan tuan rumah, Arsenal punya rapor tandang yang tergolong buruk musim ini.
Arsenal mengantongi modal kemenangan 2-0 saat menghadapi Napoli di leg kedua perempat final Liga Europa. (REUTERS/Eddie Keogh) |
Mengacu tren laga tandang di lima laga terakhir, Arsenal hanya meraih satu kemenangan atas Watford. Sisanya Aaron Ramsey dan kawan-kawan takluk dari Everton (0-1), Rennes (1-3), BATE Borisov (0-1) dan imbang kontra Tottenham Hotspur (1-1).
Catatan minor ini yang harus menjadi perhatian utama manajer Unai Emery agar tak tersandung di markas Napoli. Apalagi, juru racik formasi asal Spanyol itu menegaskan enggan 'main aman' untuk membawa pasukannya selangkah lebih dekat dengan gelar Liga Europa.
Napoli terkenal sulit dijinakkan oleh tim lawan saat bermain di Stadion San Paolo. (REUTERS/Eddie Keogh) |
Rapor buruk Arsenal memang bisa jadi titik lemah yang bisa dimanfaatkan Napoli. Partenopei punya amunisi lebih dari cukup untuk menyerang masalah mental Arsenal setiap kali bertamu ke kandang lawan.
Selain itu, Napoli selalu punya motivasi berlipat untuk meraih kemenangan saat bermain di hadapan publik sendiri. Keangkeran Stadion San Paolo juga berpotensi bikin tim manapun ngeri, tak terkecuali Arsenal.
Napoli dan Arsenal terakhir kali bertemu di Stadion San Paolo di ajang Liga Champions 2013. Saat itu, tuan rumah menang 2-0 atas Arsenal melalui gol yang dicetak Callejon dan Gonzalo Higuain yang musim ini berseragam Chelsea. (jal/har)
Arsenal mengantongi modal kemenangan 2-0 saat menghadapi Napoli di leg kedua perempat final Liga Europa. (REUTERS/Eddie Keogh)
Napoli terkenal sulit dijinakkan oleh tim lawan saat bermain di Stadion San Paolo. (REUTERS/Eddie Keogh)