Analisis

Liverpool Beruntung 'Naga' Lagi Flu

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Kamis, 18/04/2019 06:30 WIB
Liverpool Beruntung 'Naga' Lagi Flu Liverpool ke semifinal Liga Champions secara beruntun sejak musim lalu. (REUTERS/Miguel Vidal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Liverpool lolos ke semifinal Liga Champions lewat salah satu penampilan yang tidak meyakinkan saat mengalahkan FC Porto di Stadion Dragao. The Reds beruntung 'Si Naga' sedang flu.

Di malam yang dingin dan berangin di Stadion Dragao, Liverpool mencoba mempertahankan keunggulan 2-0 yang mereka raih atas Porto di leg pertama. Pertandingan leg kedua di markas Porto seharusnya bisa berlangsung menarik. Betapa tidak, tuan rumah berhasil mengurung pertahanan Liverpool hingga pertengahan babak pertama.
Liverpool praktis tidak mampu keluar dari tekanan Porto di 25 menit awal laga. James Milner dan Georginio Wijnaldum yang dipercaya menjadi starter di tengah dalam formasi 4-3-3 bermain buruk. Hanya Fabinho yang mampu menampilkan permainan meyakinkan.

Porto sebenarnya tampil berani. Menekan Liverpool sejak awal laga dan membuat tim asuhan Juergen Klopp bekerja keras di sepertiga akhir lapangan. Jika orang hanya melihat statistik babak pertama tanpa melihat jalannya pertandingan, mungkin mereka akan berpikir kiper Alisson Becker bermain sangat luar biasa. Padahal tidak.

Sebanyak 15 usaha tembakan dilakukan Porto di babak pertama, dengan enam di antaranya tepat sasaran. Dari enam shot on target itu, Alisson tidak pernah benar-benar berada dalam ancaman. Kiper asal Brasil itu seperti hanya melakukan penyelamatan rutin.


Sadio Mane dan Virgil van Dijk mencetak gol pada leg kedua perempat final Liga Champions.Sadio Mane dan Virgil van Dijk mencetak gol pada leg kedua perempat final Liga Champions. (REUTERS/Andrew Boyers)
Melihat permainan Porto, terutama di babak pertama, seperti menyaksikan film dengan jalan cerita yang sangat indah. Tapi, kemudian menjadi antiklimaks karena penutup yang sangat buruk.

Porto membangun serangan sangat bagus, tapi selalu gagal di akhir, entah itu penyelesaian akhir atau umpan final yang buruk. Porto terlihat seperti Naga (julukan Porto) yang sedang terkena flu dan tidak bisa mengeluarkan api untuk mematikan lawan.

Liverpool Beruntung 'Naga' Lagi Flu
Sebaliknya, Liverpool hanya butuh satu shot on target untuk mencetak gol. Sebuah umpan Mohamed Salah pada menit ke-26, berhasil diteruskan oleh Sadio Mane untuk membobol gawang Iker Casillas. Sempat diprotes Porto karena offside, wasit kemudian mengesahkan gol setelah melihat VAR.

Pemain Cadangan Jadi Kunci
Gol Mane sangat krusial buat Liverpool. Dengan keunggulan 1-0, 3-0 secara agregat, Liverpool bisa lebih percaya diri menjalani babak kedua. Terbukti Liverpool mampu memiliki ritme serangan yang lebih baik dan mencetak tiga gol tambahan.

Dua pemain cadangan yang masuk di babak kedua, Roberto Firmino dan Jordan Henderson, menjadi kunci keberhasilan Liverpool. Setelah Salah mencetak gol lewat serangan balik pada menit ke-65, Firmino kemudian mencetak gol ketiga melalui sundulan usai meneruskan umpan Henderson.

Gol terakhir yang tercipta melalui sundulan Virgil van Dijk menit ke-84 juga berawal dari sepak pojok Henderson. Porto sendiri hanya mampu mencetak satu gol pada menit ke-69 melalui sundulan Eder Militao. Itu adalah satu-satunya momen Porto terlihat tajam di depan gawang Liverpool.

Secara keseluruhan, hasil 4-1 untuk Liverpool terlalu menyakitkan bagi Porto. Pasalnya, tim asuhan Sergio Conceicao itu tidak bermain buruk. Bahkan Porto tim yang jauh lebih superior di babak pertama. Tapi, buruknya penyelesaian akhir membuat Porto memberi 'kado' secara cuma-cuma untuk Liverpool.

Liverpool membuktikan menjadi pemenang dalam pertandingan sepak bola tidak harus menjadi tim yang superior secara statistik. Terbukti Porto lebih unggul dalam penguasaan bola (52 persen), akurasi umpan (78 persen), hingga shot on target (8).

Liverpool Beruntung 'Naga' Lagi FluMohamed Salah menambah pundi-pundi gol di Liga Champions. (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)
Liverpool menjadi tim terakhir yang tertawa karena meraih kemenangan telak. Empat gol dari empat shot on target. Sebuah statistik yang pastinya membuat Juergen Klopp tersenyum lebar.

Satu hal positif dari Porto dini hari tadi adalah, puluhan ribu suporter mereka tidak diam ketika timnya tertinggal. Puluhan ribu Porto tetap berjingkrak, melakukan yel-yel, dan mengibarkan bendera. Bahkan ketika mereka tahu Porto sudah tidak bisa lolos ke babak selanjutnya saat tertinggal 1-3 dari Liverpool.

Bagi Liverpool, ada perubahan cukup signifikan yang terjadi di trio Mane-Salah-Firmino. Ketiganya terlihat tidak bermain egois seperti di awal musim ini. Assist Salah ke Mane merupakan salah satu buktinya.

Kondisi itu sangat positif bagi Liverpool memasuki fase krusial di akhir musim. The Reds butuh kekompakan ketiga penyerang mereka untuk merebut dua gelar tersisa musim ini, Liga Champions dan Liga Inggris. Jika tidak, Liverpool bisa mengalami nasib antiklimaks seperti musim lalu. (nva)