Analisis

Petaka Menit 54 Manchester United

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 06:29 WIB
Petaka Menit 54 Manchester United Tampil bagus di babak pertama, Manchester United kedodoran lawan Manchester City di babak kedua. (Reuters/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah penampilan tim medioker kembali diperlihatkan Manchester United saat dikalahkan Manchester City 0-2 di Old Trafford. Petaka Man United dimulai pada menit ke-54.

Harapan besar ada di pundak Man United saat menjamu Man City. Selain sangat diharapkan menang oleh fan Liverpool untuk menjegal laju Man City, para pemain Man United juga utang kemenangan kepada suporter mereka sendiri setelah tampil buruk saat dikalahkan Barcelona dan Everton.

Sayang setelah tampil cukup solid secara pertahanan di babak pertama, Man United kembali menunjukkan permainan tim medioker di babak kedua. Petaka Man United terjadi mulai menit ke-54. Layaknya mobil mewah Bugatti atau Ferrari, Man United seperti dikemudikan sopir yang salah, karena mereka terlihat hanya bermain menggunakan gigi satu meski memiliki sejumlah pemain cepat dan berkualitas.


Pertandingan babak pertama sebenarnya cukup menghibur, setidaknya untuk sekelas Man United musim ini. Fan Man United, dan Liverpool tentunya, pasti cukup senang melihat permainan Paul Pogba dan kawan-kawan di babak pertama setelah tampil buruk di dua laga beruntun melawan Barcelona dan Everton.

Memainkan lima bek sekaligus dalam formasi 5-3-2, Man United berhasil membuat Man City frustrasi di babak pertama. Mungkin ini 45 menit penampilan paling tidak membahayakan yang diperlihatkan The Citizens musim ini. Meski begitu dominasi permainan tetap dipegang Man City.

Dari awal prediksi permainan sudah bisa ditebak. Man City akan melakukan penguasaan bola lebih banyak, sedangkan Man United akan memanfaatkan serangan balik. Man United lebih berani dalam bermain ketimbang dua laga sebelumnya. Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer lebih bergairah dan berani melakukan duel-duel untuk merebut bola.

Man United kebobolan pada menit ke-54 melalui gol Bernardo Silva. (Man United kebobolan pada menit ke-54 melalui gol Bernardo Silva. (Foto: Reuters/Carl Recine)
Meski Man United hanya melakukan dua sentuhan di dalam kotak penalti Man City sepanjang babak pertama, tuan rumah sukses membuat Man City frustrasi lewat permainan cepat ketika membangun serangan balik. Meski begitu, Man United gagal mengancam gawang Ederson Moraes.

Man City juga tidak pernah benar-benar mengancam gawang Man United di babak pertama meski memiliki 67 persen penguasaan bola dan tiga shot on target dari lima usaha tembakan. Jika melihat laga babak pertama, dua pihak yang patut senang adalah suporter Man United dan Liverpool. Sementara fan Man City berhak harap-harap cemas karena tim asuhan Pep Guardiola kesulitan mencetak gol.

Satu statistik yang membuat fan Man United bisa senang adalah, di babak pertama para pemain The Red Devils berlari empat kilometer lebih banyak daripada Man City. Sebuah statistik yang memperlihatkan perjuangan Man United dalam mengimbangi permainan tiki-taka Man City setelah dituduh malas-malasan saat dikalahkan Everton.

12 Menit Penentu

Jelas ada sesuatu yang hilang dari skuat Man United saat ini. Man United tidak memiliki sosok pemimpin di lini tengah dan juga sosok pendobrak atau sosok kreatif yang mampu membantu mereka membongkar lini pertahanan lawan. Pasalnya di awal babak kedua Man United sempat beberapa kali masuk kotak penalti Man City, namun selalu gagal dalam penyelesaian akhir.

Setelah beberapa kali diancam Man United, ritme permainan Man City terlihat lebih baik. Mengandalkan kemampuan individu David Silva, Bernardo Silva, dan Raheem Sterling, The Citizens memperlihatkan umpan-umpan pendek dalam membongkar pertahanan Man United.

Di sini hebatnya Man City. Mereka adalah tim paling sabar dalam mencetak gol di Liga Inggris. Man City tidak buru-buru dalam melakukan penyelesaian akhir dan selalu tidak terduga di dalam kotak penalti lawan.

Paul Pogba tak bisa diandalkan Man United di lini tengah. (Paul Pogba tak bisa diandalkan Man United di lini tengah. (Foto: Reuters/Carl Recine)
Petaka bagi Man United datang pada menit ke-54. Setelah bermain cukup solid di lini belakang selama 53 menit, Man United kembali menjelma menjadi tim medioker. Sebuah aksi individu Bernardo Silva usai menerima umpan David Silva berujung pada gol pertama Man City. David de Gea seharusnya bisa mencegah gol tersebut. Kiper asal Spanyol itu terlihat bereaksi sangat lambat ketika mengantisipasi tendangan mendatar ke pojok kiri gawang dari Silva.

Berselang 12 menit kemudian Man City sukses menggandakan keunggulan. Leroy Sane yang masuk menit ke-51 menggantikan Fernandinho karena cedera berhasil memperbesar keunggulan Man City lewat tendangan kaki kiri. Lagi-lagi De Gea pantas disalahkan setelah mantan kiper Atletico Madrid itu memilih untuk menggunakan kaki untuk memblok tendangan Sane. Alhasil bola masuk ke gawang setelah mengenai kaki De Gea.

Petaka Menit 54 Manchester United
Setelah Man City unggul 2-0, tempo permainan sedikit menurun. Bisa dibilang game over untuk Man United karena mereka terlihat tidak bergairah untuk setidaknya mencetak gol hiburan. Sebuah penampilan yang membuat suporter Man United pantas geram.

Sejak awal Man United tidak pernah diharapkan manajer Liverpool Juergen Klopp untuk bisa membantu The Reds dalam perebutan gelar Liga Primer Inggris. Prediksi Klopp ternyata sangat tepat, karena Man United terlihat memiliki kelas yang jauh di bawah Man City. Padahal Man City terbilang tidak bermain cukup lepas di Old Trafford.

Mungkin lebih baik bagi Liverpool untuk lebih mengandalkan Burnley, Leicester City, Brighton & Hove Albion menjegal Man City di tiga laga akhir ketimbang mengandalkan Man United. (bac)