Gaji Ellyas Pical Telat, Kemenpora Geram KONI 'Lepas Tangan'

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 14:05 WIB
Gaji Ellyas Pical Telat, Kemenpora Geram KONI 'Lepas Tangan' Karyawan KONI mengadu ke Kemenpora soal keterlambatan gaji. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) meminta agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tidak lepas tangan terhadap persoalan keterlambatan gaji ratusan karyawan hingga hampir lima bulan.

Sebanyak 104 karyawan KONI mengadu ke Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto di Kemenpora pada Senin (13/5). Salah satu karyawan di antaranya adalah mantan juara dunia tinju, Ellyas Pical.

"KONI jangan lepas tangan gitu lho, ini di media juga jarang [komentar]. Apa solusinya diserahkan ke Kemenpora?" kata Gatot kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (15/5).


"Ingat, Pak Menteri [Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi] bukan apa-apa di KONI. Bukan pembina, bukan penasihat, tapi kenapa sekarang [karyawan gaji telat hampir lima bulan] diserahkan ke pemerintah?" katanya menambahkan.

Gatot mengatakan seharusnya pemimpin KONI dalam hal ini Tono Suratman selaku ketua dan lima Wakil Ketua Umum KONI Pusat masa bakti 2015-2019 bertanggung jawab atas hal tersebut.

Gaji Ellyas Pical Telat, Kemenpora Geram KONI 'Lepas Tangan'Ellyas Pical ketika mengadu mengenai keterlambatan gaji di Kemenpora, Senin (13/5). (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
"Mereka terdidik layaknya seorang kesatria. Saat ini sedang bertempur, lalu mereka meninggalkan begitu saja? Pemerintah sudah bicara dan ketemu [karyawan KONI], tapi belum dengar [komentar pimpinan KONI]," ucap Gatot.

Usai pertemuan dengan karyawan KONI, Gatot menyampaikan belum ada satu pun pimpinan KONI yang menghubungi Kemenpora. Ia juga untuk sementara tidak berniat untuk memanggil sang ketua, Tono Suratman.

"Untuk apa [panggil KONI], yang butuh mereka. Dan saya tahu kalau panggil Pak Tono, jawabannya itu-itu juga, yaitu seperti menggantungkan kepada pemerintah dan itu tidak benar. Tunjukkan [jiwa kesatria], kasihan 'tentara [karyawan KONI]' sedang kelimpungan di medan perang," ucapnya melanjutkan.

Lebih lanjut, Gatot mengabarkan sudah menyampaikan laporan kepada Menpora RI Imam Nahrawi terkait keterlambatan gaji karyawan KONI tersebut. Hingga kini, pihak Kemenpora masih memikirkan solusi terbaik yang bakal diberikan untuk para karyawan KONI.

Gaji Ellyas Pical Telat, Kemenpora Geram KONI 'Lepas Tangan'
CNNIndonesia.com telah menghubungi Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman. Namun hingga berita ini dibuat, Tono tak kunjung memberikan jawaban.

Sementara Wakil Ketua Umum I, Suwarno, mengaku keterlambatan gaji tersebut bukan bagian dari ranah kerja dia.

"Itu kaitannya ada di Wakil Ketua IV KONI [Inugroho] dan kesekjenan. Kalau saya, tidak pas [memberikan komentar]. Saya tidak mau masuk koridor orang lain. Yang saya tahu, mereka memang belum gajian semuanya," ujar Suwarno.

"Sebab belum gajian ya belum dikasih uang sama Kemenpora. Tanya ke Kemenpora, jangan tanya saya. Sekali lagi bukan, ini bukan bidang saya. Silakan untuk lebih jelasnya tanya ke ketua KONI," ujarnya kembali.

CNNIndonesia.com pun mencoba menghubungi Inugroho seperti yang direkomendasikan Suwarno. Akan tetapi belum mendapat respons.

Menanggapi komentar Suwarno, Gatot menerangkan tidak ada kewajiban di AD/ART gaji karyawan KONI wajib dibayar Kemenpora. "Mohon maaf, Pak Suwarno salah ngomong. Coba buka AD/ART, memang ada tulisan [karyawan KONI] digaji Kemenpora? Mereka bukan pegawai Kemenpora kok, aya-aya wae," tuturnya. (map/sry)