Sesmenpora: Atlet Berprestasi Lokal Tak Dimanja Pemerintah

CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 19:18 WIB
Sesmenpora: Atlet Berprestasi Lokal Tak Dimanja Pemerintah Hanifan Yudani Kusumah menjadi salah satu atlet yang meraih emas di Asian Games 2018. (NN Indonesia/Hesti Rika)
Palembang, CNN Indonesia -- Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto mengatakan saat ini pemerintah sedang giat memanjakan para atlet yang berprestasi, khususnya yang mendulang medali di ajang internasional.

Beragam apresiasi sudah dan sedang diupayakan pemerintah seperti bonus uang tunai, pengangkatan menjadi PNS, serta bonus rumah bagi para atlet yang membuat lagu Indonesia Raya berkumandang.
"Ini eranya memanjakan atlet, dengan catatan prestasinya mendunia. Kalau prestasinya masih nasional atau lokal, tidak akan dapat," ujar Gatot disela Dialog Nasional Mengelola Event Olahraga di Kampus Universitas Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (21/2).

Gatot berujar pemerintah telah memberikan bonus uang tunai sebesar Rp1,5 miliar bagi peraih medali emas di Asian Games 2018, termasuk atlet panjat tebing asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Inayah. Beberapa di antaranya pun sudah tercatat sebagai CPNS, tinggal menunggu pengukuhannya saja.

Sesmenpora: Atlet Berprestasi Lokal Tak Dimanja PemerintahAtlet peraih medali Asian Games saat pemberian bonus di Istana Negara, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Mengenai bonus rumah, Gatot menjelaskan penyediaan tanah dilakukan pemerintah daerah sementara rumah akan dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.


"Peraih medali emas juga akan mendapatkan bonus rumah dari pemerintah. Yang dapat perak tidak. Nanti yang menyediakan tanahnya pemerintah daerah, bisa pemprov, pemkot atau pemkab teknisnya. Nah nanti rumahnya dibangunkan oleh Kemen-PUPR," ujar dia.

Gatot berharap setiap atlet di Indonesia dapat total berlaga karena pemerintah sudah memanjakan atlet. Menurut Gatot, Asian Games Jakarta - Palembang 2018 menjadi titik balik pembenahan dalam dunia olahraga di Indonesia. Pihaknya menargetkan tetap mempertahankan prestasi yang ada jelang Asian Games Hangzhou 2022.

Pada Asian Games tiga tahun mandatang, Indonesia menghadapi persoalan yang cukup besar karena cabang olahraga silat, belum tentu dimasukkan sebagai cabor. "Kalau benar tidak masuk, kita bisa terancam medali," kata Gatot.

Sebagai solusi Gatot mengatakan pembinaan atlet sejak dini harus secara intensif dilakukan. Jika atlet tersebut maksimal, negara akan memberikan apresiasi terhadap prestasinya. "Dan itu sudah kita lakukan saat ini," kata dia. (idz/ptr)