Chelsea benar-benar memerankan lakonnya dengan sangat cantik dan tanpa cela. Layaknya film aksi di mana sang jagoan kalah terlebih dulu dan kemudian bangkit hingga menang di akhir cerita, Chelsea menunjukkan hal itu di final Liga Europa musim ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak lama berselang Higuain, ditemani Pedro, meninggalkan sesi latihan lebih awal. Manajer Chelsea Maurizio Sarri juga tertangkap kamera terus mengumpat saat meninggalkan lapangan, melempar dan menendang topi dalam perjalanan ke lorong stadion. Sarri terlihat frustrasi, di laga yang kemungkinan terakhirnya bersama Chelsea karena terus dihubungkan dengan Juventus, mantan pelatih Napoli itu masih harus berurusan dengan konflik antar-pemain.
Maurizio Sarri dibuat frustrasi jelang final Liga Europa 2019. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh) |
"Hazard menyenangkan untuk dilihat saat pertandingan. Namun terkadang dia sumber masalah karena dia sangat bertalenta dan malas-malasan karena bosan di latihan. Segalanya terlihat mudah buatnya," ucap Sarri sebelum laga final.
Peran Hazard
Ketika wasit Gianluca Rocchi meniup peluit tanda pertandingan babak pertama dimulai, sejumlah masalah yang dihadapi Chelsea terlihat mengganggu penampilan the Blues. Arsenal memainkan babak pertama dengan cukup apik dengan mendominasi 45 menit pertama.
Sayang, Arsenal tidak mampu menemukan sebuah umpan akhir matang yang bisa dimanfaatkan Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette untuk mencetak gol. Semakin lama Arsenal tidak mampu mencetak gol, semakin meningkat permainan Chelsea.
Perlahan tapi pasti Chelsea mampu menekan dan bermain cukup tinggi hingga ke wilayah Arsenal. Bahkan Petr Cech tidak punya waktu untuk mengontrol bola karena terus mendapat tekanan yang intens. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga akhir babak pertama. Meski membosankan karena tidak ada gol, tapi atmosfer yang tercipta babak kedua akan berlangsung menarik.
Eden Hazard mencetak dua gol dan satu assist di final Liga Europa 2019. (REUTERS/Lee Smith) |
Chelsea mendominasi di 45 menit babak kedua. Trio Kante, Jorginho, Mateo Kovacic menjadi kunci sukses Chelsea. Ketiga pemain itu mampu meredam lini tengah Arsenal yang menumpuk lima pemain. Hebatnya lagi Kante tidak 100 persen fit karena cedera lutut. Bermain menggunakan pelindung lutut, pemain asal Prancis itu mampu mengatasi pergerakan Lucas Torreira dan Mesut Oezil.
Lihat juga:Top Skor Liga Europa: Giroud Unggul Satu Gol |
Tapi, tidak dipungkiri Hazard pantas mendapat kredit spesial. Hazard merupakan aktor protagonis dengan dua gol dan satu assist yang diciptakannya. Pemain asal Belgia itu memiliki statistik: dua gol, tiga tembakan, tiga shot on target, satu assist, dan lima umpan kunci.
Jika Hazard benar-benar meninggalkan Chelsea akhir musim ini, maka dia pergi dengan akhir cerita yang manis.
Maurizio Sarri dibuat frustrasi jelang final Liga Europa 2019. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Eden Hazard mencetak dua gol dan satu assist di final Liga Europa 2019. (REUTERS/Lee Smith)