Penyelidikan korupsi Piala Dunia 2022 dilakukan mantan jaksa Amerika Serikat Michael J. Garcia pada 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Telegraph menyebut Platini mengakui pertemuan dengan Presiden AFC saat itu, Mohamed bin Hammam, beberapa hari sebelum memberikan suaranya untuk Qatar. Pertemuan keduanya sudah berlangsung 30 hingga 50 kali.
Piala Dunia 2022 Qatar di memunculkan banyak kontroversi. (AFP PHOTO / STR) |
Platini juga mengaku terkejut ketika diundang Presiden Perancis Nicolas Sarkozy di kediamannya di Istana Elysee untuk bertemu dengan Pangeran Qatar Tamim bin Hamad Al-Thani, 20 November 2010.
Dalam pemungutan suara pada 2 Desember 2010, Rusia dan Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 serta 2022. Usai pemilihan Presiden FIFA 2011, Qatar Sports Investment membeli Paris Saint-Germain, klub favorit Sarkozy.
Setelah itu, sejumlah pejabat tinggi FIFA memiliki kaitan dengan uang yang berasal dari Qatar. Termasuk anak Platini, Laurent yang menjadi CEO Burrda.
Setelah diproses pidana, hasil penyelidikan itu pada September 2015 menemukan kontrak yang ditandatangani Blatter dan Caribbean Football Union, serta dugaan pembayaran senilai US$2 juta untuk Platini pada Februari 2011. Ketika itu Platini masih menjabat sebagai Presiden UEFA.
Komite Etik FIFA menilai uang yang dibayarkan Blatter kepada Platini adalah hasil korupsi. Namun Blatter menganggapnya sebagai bayaran untuk Platini sebagai konsultan.
Hukuman yang diterima Platini membuat mantan bintang Juventus tersebut gagal dalam pencalonan Presiden FIFA pada Februari 2016. Platini gagal menjadi calon Presiden FIFA karena tidak lolos seleksi lantaran masih dalam penyelidikan Komite Etik FIFA.
Pemilihan ulang Presiden FIFA itu terjadi seiring pengunduran Blatter pada Juni 2015 setelah muncul skandal baru berupa suap US$ 10 juta untuk mengamankan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.
Pada 2016, hukuman untuk Platini dan Blatter dikurangi menjadi empat tahun setelah banding keduanya ditolak FIFA. Tiga tahun setelahnya Platini ditangkap Kepolisian Perancis karena kasus korupsi tuan rumah Piala Dunia 2022. (sry/jal)
Piala Dunia 2022 Qatar di memunculkan banyak kontroversi. (AFP PHOTO / STR)