LIPUTAN KHUSUS

Membedah Cuan-cuan dari Balap Jalanan

Arby Rahmat & Surya Sumirat, CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 08:32 WIB
Untuk menggelar satu kejuaraan road race, pemilik event organizer harus menyiapkan biaya sekitar Rp80 juta hingga Rp500-an juta. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Balap motor jalanan memang bisa disebut jauh dari kata gemerlap, tapi ajang ini memiliki putaran uang yang tak kecil. Para pebalap bisa mendapatkan kocek yang tidak sedikit, sementara pemilik tim dan penyelenggara balapan juga perlu menggelontorkan dana besar untuk memastikan tim tetap hidup serta menjalankan turnamen.

Untuk menggelar satu kejuaraan road race, pemilik event organizer harus menyiapkan biaya sekitar Rp80 juta hingga Rp500-an juta untuk dua hari pelaksanaan. Besaran biaya itu sebenarnya tergantung kelas atau level kejuaraan.

Apabila ajang road race hanya sekadar di level klub, biaya penyelenggaraan bisa di bawah Rp100 juta. Namun, angka itu bisa bertambah atau berkurang, tergantung dari jumlah peserta yang dibidik.


Membedah Cuan-cuan dari Balap Jalanan [EMBARGO]

Misalnya saja ajang club event yang digelar Sumber Production di Sirkuit Brigif 15/Kujang Cimahi pada 12-13 Januari lalu. Biaya penyelenggaraannya bahkan nyaris mencapai setengah miliar rupiah, termasuk biaya sewa sirkuit yang mencapai Rp35 juta-Rp65 juta.

Angka-angka ini bisa dimaklumi, mengingat kelas kejurda atau club event bisa menghadirkan atmosfer sekelas kejuaraan nasional (kejurnas). Bahkan, ajang tersebut diikuti 920 starter yang merupakan terbanyak untuk level klub.

Suasana balapan di Sirkuit Brigif Kujang II, Cimahi (13/1)Suasana road race di lapangan Brigif Cimahi yang digelar Sumber Production. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama)

Selain memberikan hadiah berupa uang pembinaan, Sumber Production juga menyertakan hadiah sepeda motor untuk lima dari 26 kelas pada kejuaraan tersebut. Sementara itu, dua kelas bergengsi bebek 2 tak 125cc open dan OMR RX King 140cc open menawarkan hadiah Rp10 juta untuk pemenang.

Angka itu dua kali lipat dari standar kejurnas Ikatan Motor Indonesia yang hanya Rp5 juta untuk pemenang.

Membedah Cuan-cuan dari Balap Jalanan [EMBARGO]
"Kalau untuk pendapatan ada lah nominalnya, tapi tidak bisa saya sebutkan. Yang pasti saya mau menggelar event road race karena hobi saja bukan mengejar untung. Sejak kecil saya suka otomotif. Tapi memang ada beberapa rekan event organizer yang kadang saat bercerita bilangnya tekor ketika menggelar balapan," ujar Sumber Agung Rizky, pemilik Sumber Production, kepada CNNINdonesia.com.

Namun bukan berarti penyelenggara tidak bisa mendapatkan untung dari menggelar kompetisi. Panitia balap U2 Noline mengindikasikan penyelenggara bisa mendapat pemasukan minimal sekitar Rp80-100 juta dari penjualan tiket saja.

Membedah Cuan-cuan dari Balap Jalanan [EMBARGO]Suasana menonton road race di Sirkuit Yon Armed, Sabang, Purwakarta (2/2). (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)

U2 Noline menyebut penjualan tiket untuk balapan road race di kawasan Jawa Barat bisa mencapai 4.000 lembar untuk dua hari, dengan harga tiket berkisar dari Rp20-25 ribu untuk reguler, dan Rp50 ribu untuk all access.

Pemasukan bagi penyelenggara bisa bertambah dari pihak sponsor, serta pendaftaran peserta yang berkisar di antara Rp350 ribu sampai dengan Rp1,1 juta per orang.

Dengan jumlah peserta lebih dari 900 orang, setidaknya penyelenggara bisa mengantongi pendapatan melebihi Rp300 juta. Biaya sewa lapak para pedagang di sekitar sirkuit juga akan memperbanyak cuan penyelenggara. (vws)
1 dari 2