ACT Beri Penghargaan Atlet Voli Indonesia, Pascal Wilmar

ACT, CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 16:19 WIB
ACT Beri Penghargaan Atlet Voli Indonesia, Pascal Wilmar Tim Global Zakat-ACT memberikan program ‘Penghargaan Atlet Veteran tahun 2019’ kepada atlet veteran Indonesia, Pascal Wilmar.(Dok. ACT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Global Zakat-ACT memberikan program 'Penghargaan Atlet Veteran tahun 2019' kepada Pascal Wilmar di daerah Serpong, Tangerang Selatan.

"Semoga penghargaan yang sudah diberikan dapat menambah kebahagiaan para atlet. Terlebih khususnya Pascal Wilmar, semoga dalam melatih atlet muda dapat meningkatkan bibit unggul untuk Indonesia ke depannya," kata tim program ACT, Dayani.

Program lanjutan tahap kedua kerja sama Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Kitabisa.com dan Grab Indonesia itu bertujuan untuk menghargai perjuangan para atlet veteran yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia.


"Selain itu, semoga ada lebih banyak lagi perusahaan yang bekerja sama dengan ACT dan dapat terus memberikan penghargaan kepada para mantan atlet," ungkap Dayani.

Diketahui, saat memulai karier sebagai atlet voli di umur 17 tahun, awalnya Pascal berlatih di Akademi Maluku hingga akhirnya bisa menembus Universiade, olimpiade untuk mahasiswa dari seluruh dunia, pada tahun 1991 di Inggris dan 1993 di Amerika Serikat.

"Saya bisa jadi pemain juga karena latihan yang mereka berikan, atas motivasi yang mereka berikan. Jadi dari situ, akhirnya saya punya niat, bahwa saya tidak mau dibayar tapi saya bantu anak-anak (Klub Maluku) ini," ujar Pascal kepada tim Global Zakat-ACT.

Sembari melatih, ia juga terus membina dan memotivasi para pemainnya untuk melanjutkan pendidikan juga.

"Kita boleh saja olahraga, tapi lebih baik kalau dua-duanya bisa berjalan karena ada sekolah yang bisa beri kita dispensasi untuk hal seperti itu. Ada beasiswa, ambil karena masa depan tergantung dari diri kita juga," ungkap Pascal.

Setelah pensiun, Pascal sempat menduduki posisi Project Manager di sebuah perusahaan teknologi, namun ia memilih kembali ke dunia voli karena baginya voli adalah passion.

"Saya coba jadi pelatih selama dua minggu kemudian kok lebih dapat feel-nya, dapat passion-nya. Ya sudah, resign," kata Pascal.

Di sisi lain, Pascal Wilmar turut prihatin pada kehidupan para atlet veteran lainnya.

"Saya sebagai salah satu yang mendapatkan bantuan ini sangat berterima kasih atas adanya bantuan dari Global Zakat, Grab, dan Kitabisa.com ini," tambahnya.

Pascal berharap, tim voli putra dapat melesat maju hingga ke kancah internasional. Ia selalu berpesan agar para atlet voli tidak hanya fokus pada olahraga saja.

"Walaupun mereka berlatih voli, saya tetap memotivasi mereka agar tidak meninggalkan pendidikan, karena bagaimanapun pendidikan itu akan berguna untuk masa depan mereka juga," kata Pascal.

(vws)