Marciano Norman, Eks Kepala BIN Nakhoda Baru KONI

CNN Indonesia | Selasa, 02/07/2019 18:13 WIB
Marciano Norman, Eks Kepala BIN Nakhoda Baru KONI Marciano Norman nakhoda baru KONI. (Ismar Patrizki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia (Purnawirawan) Marciano Norman resmi menjadi Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2019-2023.

Marciano bukan orang baru di dunia olahraga nasional. Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) selama dua periode. Selain itu, Marciano pernah menjadi Ketua Inkai Kalimantan Barat dan Pembina Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi).

"Begitu saya masuk KONI, prioritas utama saya adalah menata komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), KOI (Komite Olimpiade Indonesia), dan pimpinan cabang olahraga," kata Marciano saat berdiskusi dengan para pewarta di Gedung Dewan Pers pada 1 Juli 2019, seperti dikutip dari Antara.


"Jangan kita bangga memimpin organisasi yang menombok. Kita harus bangga untuk membawa organisasi itu menuju kemandiriannya," katanya menambahkan.
Marciano Norman (kanan) pernah menjabat sebagai Kepala BIN. (Marciano Norman (kanan) pernah menjabat sebagai Kepala BIN pada 2011-2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Sebelum menjabat sebagai Ketum KONI, Marciano merupakan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada 19 Oktober 2011 hingga 8 Juli 2015. Ia menggantikan Jenderal Polisi (Purnawirawan) Sutanto yang merupakan Kepala BIN pertama dari unsur kepolisian.

Marciano adalah putera dari Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Norman Sasono, mantan Pangdam Jaya dan Danpaswalpres. Sebelum menjadi Kepala BIN, Marciano menjabat sebagai Pangdam Jaya dan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kodiklat TNI-AD).

Sudah dalam dua puluh tahun terakhir, mayoritas Ketua KONI dipimpin sosok dengan latar belakang militer. Sebagai seorang Purnawirawan, Marciano sadar dengan keresahan sebagian orang dengan kehadiran tokoh, khususnya dalam organisasi olahraga.

Marciano Norman, Eks Kepala BIN Nakhoda Baru KONI
Kendati begitu, Marciano menilai kerja sama antara militer dan sipil semestinya tidak menjadi masalah demi kemajuan olahraga Indonesia.

"Memang saat saya masuk [BIN], ada tentara, ada polisi dan ada sipil. Sehingga terjadi kolaborasi diantara mereka untuk menghadapi tantangan tugas yang ada," ucap dia.

"Bicara olahraga, kita harus menempatkan atlet sebagai prioritas. Jangan sampai setiap hari yang di media itu kegaduhan pengurusnya." (map/jal)