Indonesia Open 2019: Status 'Raja' Tuan Rumah Dipertanyakan

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 07:32 WIB
Indonesia Open 2019: Status 'Raja' Tuan Rumah Dipertanyakan Para pemain Indonesia diharapkan bisa mengembalikan pamor tuan rumah di ajang Indonesia Open. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia masih memimpin jauh dalam daftar perolehan gelar juara jelang turnamen badminton Indonesia Open 2019. Namun menilik prestasi satu dekade terakhir, status raja milik Indonesia layak untuk diperdebatkan.

Sejak digelar pada 1982, Indonesia mendominasi perolehan gelar dengan catatan 84 gelar juara. Indonesia unggul jauh lantaran China yang ada di posisi kedua 'baru' mengoleksi 45 gelar juara.

Namun bila menilik sejarah dalam satu dekade terakhir, Indonesia pantas khawatir dan ketar-ketir. Pasalnya, Indonesia makin sering hampa gelar di ajang Indonesia Open.


Indonesia Open, Status Raja Milik Tuan Rumah DipertanyakanTontowi/Liliyana jadi juara Indonesia Terbuka tahun lalu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Dalam satu dekade terakhir, Indonesia enam kali hampa gelar. Tak hanya itu, Indonesia juga hanya sanggup meraih lima gelar dari total 50 gelar yang mungkin bisa didapat dalam durasi tersebut.

Jumlah gelar Indonesia dalam satu dekade terakhir kalah telak dari China (16 gelar). Indonesia juga kalah dari Malaysia (6) dan Korea (6).

Meski perolehan gelar makin sedikit, Indonesia masih bisa berharap periode buruk tersebut bisa selekasnya berlalu.

Indonesia Open, Status Raja Milik Tuan Rumah Dipertanyakan
Pada edisi terakhir, Indonesia mampu meraih dua gelar juara, sebuah catatan terbaik sejak tahun 2008. Tahun lalu, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mengakhiri turnamen sebagai juara.

Pada tahun ini PP PBSI memasang target satu gelar juara di Indonesia Open 2019. Harapan terbaik ada di nomor ganda putra lantaran Indonesia punya banyak pemain unggulan.

Daftar Pemain Indonesia yang Juara di Indonesia Open Satu Dekade Terakhir

2009: Tidak Ada
2010: Tidak Ada
2011: Tidak Ada
2012: Simon Santoso
2013: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
2014: Tidak Ada
2015: Tidak Ada
2016: Tidak Ada
2017: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
2018: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ptr/har)