Chantika Laviara, dari Voli ke TNI AD

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 21:56 WIB
Chantika Laviara, dari Voli ke TNI AD Chantika Laviara memiliki keinginan jadi anggota TNI AD. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Semarang, CNN Indonesia -- Menjadi atlet voli andalan Indonesia bukan hanya satu-satunya target pevoli putri muda Chantika Laviara. Kapten timnas voli putri Indonesia di ASEAN School Games (ASG) 2019 itu juga berambisi menjadi anggota TNI AD.

Chantika kembali menjadi andalan timnas voli putri Indonesia di ajang ASG. Pada ASG 2017 yang berlangsung di Malaysia, atlet voli 18 tahun itu berhasil menjadi runner-up.

Peluang Chantika bersama tim voli putri Indonesia untuk merebut medali emas di ASG 2019 terbilang kecil setelah dikalahkan Filipina 1-3 di GOR Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Sabtu (20/7).


Chantika yang saat ini memperkuat tim junior Bank BJB mengaku kekalahan dari Filipina lebih karena persiapan yang kurang maksimal. Selain itu para pemain Indonesia diakui Chantika tidak mampu mengatasi tekanan bermain di hadapan lebih dari 1.000 penonton.

Chantika Laviara merupakan kapten tim voli putri Indonesia di ASG 2019. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
"Filipina terlihat sudah padu, sudah lama latihan. Kami baru dua minggu latihan jadi chemistry-nya kurang. Seharusnya kehadiran suporter membuat semangat, mungkin mental beberapa pemain belum siap menghadapi suporter," ujar Chantika usai laga.

Lebih lanjut Chantika memiliki rencana pribadi yang ingin dijalaninya usai ASG 2019. Atlet voli kelahiran Semarang, 17 Mei 2001, itu mengaku ingin mendaftar menjadi anggota TNI AD.

"Saya mulai main voli sejak kelas 5 SD, jadi voli tidak akan ditinggalkan. Saya juga ingin membanggakan orang tua. Karena orang tua belum ada yang menjadi anggota TNI, saya ingin jadi TNI AD," ucap Chantika.

Timnas voli putri Indonesia selanjutnya akan menghadapi Thailand di laga kedua, Minggu (21/7). Pelatih timnas voli putri Indonesia Mardwito Wahid mengaku tetap optimistis dengan peluang mengalahkan Thailand, meski di atas kertas tim dari Negeri Gajah Putih lebih kuat daripada Filipina.

"Ya, kami tidak boleh memikirkan kekalahan ini, kami harus fokus untuk berhadapan dengan Thailand. Saya tahu kualitas Thailand ada di atas kami, tapi saya percaya kami bisa mengalahkan mereka," ujar Mardwito. (har)