Tersingkir dari Thailand Open, Kevin/Marcus Tetap Puas

CNN Indonesia | Sabtu, 03/08/2019 03:00 WIB
Tersingkir dari Thailand Open, Kevin/Marcus Tetap Puas Kevin/Marcus puas meski tersingkir dari Thailand Open. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon tetap puas meski tersingkir dari Thailand Open 2019 usai dikalahkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, Jumat (2/8).

Kevin/Marcus kalah 17-21, 21-19, 14-21 dari Endo/Watanabe dalam permainan 1 jam 3 menit di Indoor Stadium Huamark. Dengan hasil tersebut Kevin/Marcus gagal meraih tiga gelar beruntun.

Kekalahan di Thailand Open membuat pasangan berjuluk The Minion itu hanya meraih dua gelar dalam tiga turnamen. Dua gelar itu diraih di Indonesia Open dan Japan Open. Meski demikian, Kevin/Marcus tetap puas dengan torehan tersebut.


"Puas sih, dalam tiga turnamen kami dapat dua gelar, itu lebih dari cukup bagi kami. Lebih baik kami fokus ke Kejuaraan Dunia," ujar Kevin Sanjaya dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com

Kevin mengaku akan belajar dari kekalahan di Thailand Open sebagai bekal untuk Kejuaraan Dunia. Kejuaraan Dunia Badminton 2019 sendiri akan berlangsung pada 19-25 Agustus di Swiss.

Indonesia tanpa wakil di semifinal Thailand Open.Indonesia tanpa wakil di semifinal Thailand Open. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pada Kejuaraan Dunia 2018 Kevin/Marcus gagal juara usai disingkirkan pasangan Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

"Yang penting kami tahu kesalahan [kami] di mana dan belajar lagi untuk ke depannya. Perbedaan Endo/Watanabe dengan pasangan Jepang yang lain, mereka bermain lebih aman," ucap Kevin.

Tersingkir dari Thailand Open, Kevin/Marcus Tetap Puas
Sementara itu, Marcus Gideon menuturkan mereka terlalu terburu-buru sehingga gagal meraih kemenangan untuk melaju ke babak berikutnya. Marcus juga merasa kelelahan karena padatnya agenda turnamen, namun ia tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai alasan.

"Lawan bermain bagus. Pasti tenaganya agak kurang, kami harus lebih sabar bermain lawan mereka, karena enggak mudah 'dimatikan'. Seharusnya kami jangan terlalu buru-buru," tutur Marcus. (sry/jal)