ANALISIS

Setelah Minions Tiada, Ada Asa pada Ahsan/Hendra

ptr, CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 07:51 WIB
Setelah Minions Tiada, Ada Asa pada Ahsan/Hendra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan masih menjadi salah satu andalan Indonesia. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon telah tumbang. Indonesia kecewa namun masih bisa menaruh asa pada Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Kevin/Marcus adalah ganda putra terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Mereka tampil solid dan dominan di seri turnamen dunia.

Dalam tiga tahun terakhir, Kevin/Marcus mampu unggul jauh dalam perolehan gelar dibandingkan ganda-ganda lainnya.


Untuk Kejuaraan Dunia kali ini, Kevin/Marcus jadi ganda putra paling favorit untuk jadi juara. Namun prediksi itu sudah terbentur kenyataan pahit di laga pertama Kevin/Marcus. Mereka kalah dari ganda Korea Selatan, Choi Sol-gyu/Seo Seung Jae.

Setelah Kevin/Marcus kalah, peluang meraih gelar untuk Indonesia ikut menjadi goyah. Skuat Indonesia diyakini bakal bersusah payah bila berharap melaju hingga ke partai puncak.

Setelah Minions Tiada, Ada Asa pada Ahsan/Hendra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pernah menjadi juara dunia pada 2013 dan 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Namun di tengah keterkejutan tersebut, Ahsan/Hendra bisa melaju ke babak 16 besar beberapa jam setelahnya. Kemudian, Ahsan/Hendra melanjutkan langkah mereka ke babak perempat final di laga lawan Alexander Dunn/Adam Hall pada Kamis (22/8).

Dalam laga menghadapi Dunn/Hall, Ahsan/Hendra menunjukkan kematangan dari segi mental bertanding. Mereka bisa tenang menguasai keadaan ketika duel perebutan poin begitu sengit terjadi di lapangan.

Di babak perempat final, Ahsan/Hendra akan menghadapi Liao Min Chun/Su Ching Heng dari Taiwan. Di atas kertas, Ahsan/Hendra punya peluang bagus untuk menang karena unggul dalam rekor pertemuan.

[Gambas:Video CNN]
Ada beberapa hal yang membuat Ahsan/Hendra layak untuk dipercaya memegang asa Indonesia untuk memiliki gelar juara dunia.

Pertama, Ahsan/Hendra sudah ada di fase karier saat mereka tak lagi dibebani target berlebihan. Mereka sudah mencatat prestasi gemilang di paruh pertama mereka berpasangan, 2012-2016.

Meski Ahsan/Hendra tetap bertekad meraih medali, beban mereka tidak akan setinggi yang mereka rasakan 3-4 tahun lalu.

Setelah Minions Tiada, Ada Asa pada Ahsan/Hendra
Kedua, Ahsan/Hendra sudah dua kali jadi juara dunia. Hendra bahkan sudah tiga kali memenangkannya. Prestasi ini, berhubungan dengan poin pertama, membuat Ahsan/Hendra bisa main dengan tenang tanpa dibebani bermacam hal.

Ketiga, Ahsan/Hendra punya rekor bagus di Kejuaraan Dunia. Ahsan/Hendra selalu juara di keikutsertaan mereka di Kejuaraan Dunia, yaitu pada 2013 dan 2015. Pada 2014, Ahsan/Hendra absen sedangkan di Kejuaraan Dunia 2017, Ahsan dan Hendra tengah berpisah. Ahsan/Hendra juga tidak tampil di kejuaraan dunia tahun lalu.

Keempat, Ahsan/Hendra mampu membuat tahun 2019 sebagai tahun kebangkitan. Tahun ini Ahsan/Hendra memenangkan All England dan tampil konsisten di tiap turnamen yang diikuti.

Masih ada tiga langkah bagi Ahsan/Hendra untuk bisa jadi juara dunia, namun pundak Ahsan/Hendra, pundak yang pernah bertahun-tahun jadi tumpuan Indonesia, masih layak untuk disematkan harapan untuk juara. (nva)