Ahsan/Hendra Masih Lapar Gelar Usai Menang di Kejuaraan Dunia

CNN Indonesia | Senin, 26/08/2019 13:34 WIB
Ahsan/Hendra Masih Lapar Gelar Usai Menang di Kejuaraan Dunia Hendra Setiawan (kanan) senang juara dunia tepat di hari ulang tahun. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan masih memiliki harapan tinggi usai juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Basel, Swiss.

Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan juara dunia untuk kali ketiga setelah mengalahkan pasangan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi 25-23, 9-21, 21-15, di St. Jakobshalle, Minggu (25/8) waktu setempat.

Sebelumnya Ahsan/Hendra menjadi juara dunia di tahun 2013 dan 2015. Namun bagi Hendra, gelar juara si Swiss ini sebagai yang keempat.


Sebelum bersama Ahsan, Hendra sempat juara dunia bersama Markis Kido di tahun 2007. Dengan empat medali emas Kejuaraan Dunia Bulutangkis, Hendra menyamai torehan Liliyana Natsir.

Hendra berharap medali emas Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 bukan akhir dari prestasinya bersama badminton Indonesia. Atlet badminton yang baru saja merayakan ulang tahun ke-35 itu ingin meraih prestasi gemilang di turnamen-turnamen berikutnya.

Ahsan/Hendra berharap bisa terus meraih prestasi di kejuaraan-kejuaraan berikutnya.Ahsan/Hendra berharap bisa terus meraih prestasi di kejuaraan-kejuaraan berikutnya. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
"Mudah-mudahan saya dan Ahsan bisa konsisten. Tidak cepat puas dan bisa meraih gelar-gelar lainnya lagi," kata Hendra dikutip dari situs resmi PBSI.

Capaian di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 terasa makin indah karena diraih Hendra tepat di hari ulang tahun ke-35 karena bertepatan dengan hari pertandingan final. Bagi Hendra hal tersebut jadi kado spesial untuknya.

Harapan Hendra Setiawan Usai Juara di Kejuaraan Dunia 2019
"Senang. Jarang-jarang juga kan [juara] pas hari H [ulang tahun]. Biasanya sebelum atau sesudah. Tapi memang kejuaraan penting lebih banyak di bulan Agustus," ucap Hendra.

Ahsan/Hendra juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 dengan kehilangan dua gim di sepanjang turnamen tersebut. Kehilangan gim itu terjadi di babak semifinal saat mengalahkan kompatriotnya, Fajar Alfian/M Rian Ardianto 21-16, 15-21, 21-10 dan ketika di final melawan Hoki/Kobayashi.

[Gambas:Video CNN] (sry/nva)