ANALISIS

Liga Champions, Gelar yang Belum Bisa 'Dibeli' Man City

nva, CNN Indonesia | Sabtu, 31/08/2019 10:12 WIB
Liga Champions, Gelar yang Belum Bisa 'Dibeli' Man City Manchester City belum pernah meraih gelar Liga Champions. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
Jakarta, CNN Indonesia -- Undian fase grup Liga Champions sudah dilakukan. Manchester City berada di Grup C bersama dengan Shakhtar Dontesk, Dinamo Zagreb, dan Atalanta. Grup yang mudah, namun tak menjamin The Citizens meraih mimpi mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Seperti pungguk merindukan bulan, begitu pula hubungan Man City dengan kompetisi antarklub Eropa tertinggi yang sudah terjalin sejak 2011.

Man City sudah berubah menjadi tim papan atas Liga Inggris sejak diguyur uang dari bos asal Uni Emirat Arab pada Agustus 2008. Setelah itu Manchester Biru butuh waktu tiga musim untuk merasakan finis di posisi zona Liga Champions dan kemudian menyandang status juara Premier League pada musim 2011/2012.


Status klub favorit juara pun terus terjaga karena mampu mempertahankan konsistensi bersaing dengan klub-klub top di Liga Inggris seperti Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Manchester United.

Menunggu Manchester City Juara Liga ChampionsManchester City meraih empat gelar domestik pada musim 2018/2019. (Action Images via Reuters/Carl Recine)
Dalam kurun satu dasawarsa sudah ada empat gelar Liga Inggris yang Man City raih. Sementara dalam waktu yang sama pula, tak ada gelar juara di pentas Eropa.

Dari kesuksesan yang tak langsung datang dalam kancah domestik, Man City sudah belajar bahwa uang tak dapat menghasilkan juara secara instan.

Delapan kali tampil di Liga Champions, capaian terbaik yang dibukukan Man City adalah menjadi semifinalis pada musim 2015/2016. Selain itu, Sky Blues dua kali gagal melewati fase grup, tiga kali mentok di fase 16 besar dan dua kali kalah di perempat final.

[Gambas:Video CNN]
Kekalahan di perempat final dirasakan Sergio Aguero dan kawan-kawan pada musim lalu dari Tottenham Hotspur yang finis sebagai finalis.

Sentuhan Pep Guardiola yang didatangkan dari Bayern Munchen pada 2016 juga belum mampu mengangkat nama Man City dalam persaingan di Liga Champions.

Menunggu Manchester City Juara Liga Champions
Kedatangan Guardiola tidak lepas dari keinginan petinggi klub melihat warna biru langit berjaya di kompetisi antarklub nomor wahid di Eropa. Dengan curriculum vitae berhias dua gelar Liga Champions, ketika menangani Barcelona, Guardiola jelas memiliki nilai tambah bagi Man City. Kendati memang Guardiola selalu gagal membawa klub asuhannya ke babak final sejak 2011.

Tahun berganti dan kini lemari trofi Man City masih belum terisi Liga Champions. Satu-satunya tanda sukses di Eropa yang pernah diraih adalah Piala Winners 1969/1970.

Menunggu Manchester City Juara Liga ChampionsPep Guardiola sudah tiga musim bersama Manchester City. (AP Photo/Rui Vieira)
Setengah abad setelah keberhasilan menjadi juara di pentas Eropa, Man City berupaya lagi merebut gelar juara di Liga Champions. Berada di grup yang tergolong ringan adalah sinyal baik bagi Guardiola dan anak asuhnya.

Grup ringan bukan barang baru bagi Man City di Liga Champions, namun format fase gugur kandang dan tandang Liga Champions yang lebih singkat dibanding liga domestik menjadi permasalahan yang belum terpecahkan.

Kedalaman skuat yang sama bagus ketika menerapkan pola permainan khas Guardiola sudah dimiliki, tetapi ada faktor-faktor lain yang masih menghambat jalan menuju tangga juara. Pada musim lalu, Video Assistant Referee (VAR) menjadi faktor yang dimaksud.

Jika semua berjalan lancar, musim ini bisa saja menjadi akhir penantian Man City meraih gelar juara Liga Champions. Tetapi seandainya kegagalan kembali terjadi, maka mereka harus menunggu musim-musim selanjutnya untuk menjadi penguasa Eropa seperti kata Direktur Sepakbola Man City, Txiki Begiristain.

"Kami tahu bakal bisa mendekati trofi ini. Hari itu akan datang. Kami harus terus berjuang. Kami harus terus berjalan di jalur kami, dengan gaya kami. Saya pikir kami harus menunjukkan kami mampu memenangi trofi ini. Kami harus menjadi diri sendiri," ujar Begiristain usai pengundian grup Liga Champions 2019/2020 dikutip dari Mirror.

Menariknya, Man City menjadi favorit para rumah taruhan untuk menjadi juara Liga Champions musim ini. Dengan peluang 7/2 The Citizens lebih difavoritkan ketimbang Barcelona dengan peluang 5/1.

Dikutip dari Evening Standar, kondisi Man City difavoritkan pada bursa taruhan lebih karena grup mudah yang didapat Raheem Sterling dan kawan-kawan. Sementara Barcelona berada di 'Grup Neraka' bersama Inter Milan, Borussia Dortmund, dan Slavia Praha. (har)