Pantauan CNNIndonesia.com, kondisi GBK sejak siang tidak ramai seperti ketika Indonesia menjamu Malaysia, Kamis (5/9). Keberadaan personel keamanan gabungan justru lebih ramai ketimbang penonton.
Lihat juga:Ferguson: Khabib Petarung Pemalas |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: CNN Indonesia/Titi FajriyahPendukung Indonesia Muhammad Kurniawan di tengah petugas keamanan unsur TNI di GBK. ( |
"Bung Karno pernah berpesan bahwa kami tidak boleh patah semangat. Panggilan Timnas itu datang dari hati. Saya datang tidak punya tiket, tapi kalau diizinkan masuk, saya bersyukur. Kalau tidak ya kecewa sedikit tapi tidak apa-apa," kata Kurniawan.
Deputi Sekjen Bidang Pengembangan Bisnis PSSI, Marsal Masita menyebut 12 ribu tiket sudah terjual untuk laga Timnas Indonesia melawan Thailand di pertandingan kedua Grup G Zona Asia Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sebanyak 400 di antaranya merupakan suporter dari tim tamu, Thailand.
Lihat juga:Rusia Makin Terjangkit 'Demam Khabib' |
Marsal mengatakan jumlah suporter yang mencapai 12 ribu itu menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang berharap pada Timnas Indonesia. Ia berharap jumlah itu bisa bertambah jelang pertandingan.
"Timnas ini kan butuh dukungan juga dari masyarakat buat semangat ke mereka," ujar Marsal.
Timnas Indonesia menjadi juru kunci di klasemen Grup G sementara dengan nol poin usai kalah 2-3 dari Malaysia pada laga pertama, Kamis (5/9). Sedangkan Thailand meraih satu poin usai ditahan imbang Vietnam 0-0 di waktu yang sama.
Turunkan 8.000 Petugas Keamanan
Sementara itu, kurang lebih 8.000 personel keamanan dikerahkan untuk mengawal pertandingan Indonesia vs Thailand di GBK.
Pihak keamanan yang terdiri dari personel gabungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar apel pukul 16.28 WIB. Apel tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 menit.
Suasana apel pengamanan Indonesia vs Thailand di GBK. (CNN Indonesia/Arby Rahmat) |
"Itu yang akan kami perkuat dulu untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Dari 12 gate, ada delapan yang dibuka. Itu semua akan dilakukan pemeriksaan lagi terhadap penonton yang masuk."
[Gambas:Video CNN]
Albert mengatakan pihak keamanan sudah berkoordinasi dengan pihak pengendali GBK. Ia meminta sistem pemindaian untuk barcode tiket supaya diperbanyak dan jalurnya ditambah.
"Kemudian kami akan melakukan penyekatan di antara zona-zona batas tempat duduk antara suporter dan penonton. Sejauh ini tercatat antara 9 sampai 10 ribu suporter yang bakal hadir," ucap dia.
"Yang jelas ketika ada riak-riak [kerusuhan], kami akan coba lakukan persuasif. Petugas yang lakukan penyekatan, mencoba untuk menenangkan dan menggiring mereka keluar secara bertahan."
"Kemarin [Timnas Indonesia vs Malaysia] sudah ada penggeledahan, hari ini akan kami perkuat lagi dan teliti lagi. Karena kemarin, ada sistem yang kurang terkoordinasi dengan baik. Ada pintu yang terbuka, 10 pintu," ujar Albert.
"Namun alat scanning hanya enam, sementara penonton berlebih dari prediksi. Sehingga agar tidak terjadi penumpukan, mereka hanya menunjukkan tiket. Pada saat penunjukkan tiket, mungkin di sini jadi peluang sehingga tidak terjangkau dilakukan penggeledahan," ujarnya kembali. (map/ttf/bac)
Foto: CNN Indonesia/Titi Fajriyah
Suasana apel pengamanan Indonesia vs Thailand di GBK. (CNN Indonesia/Arby Rahmat)